faktakalbar

Diduga Akibat Heatstroke, Mahasiswa PPI Belanda Meninggal Usai Dampingi Kunker Pejabat di Austria

Penulis: Redaksi Wednesday, 10 September 2025 📖 1 menit
Diduga Akibat Heatstroke, Mahasiswa PPI Belanda Meninggal Usai Dampingi Kunker Pejabat di Austria
Faktakalbar.id, NASIONAL - Perhimpunan Pelajar Indonesia ( PPI ) Belanda mengumumkan kabar duka atas meninggalnya salah satu anggotanya, Muhammad Athaya Helmi Nasution, pada Rabu (27/8/2025) lalu. Helmi, yang merupakan anggota PPI Groningen, meninggal setelah mendampingi kunjungan kerja (kunker) pejabat dari DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) di Wina, Austria. Baca Juga: Misteri Kematian Mahasiswa IAIN Pontianak, Keluarga Duga Ada Kejanggalan Dalam unggahan di akun Instagram resmi PPI Belanda, disebutkan bahwa Helmi mengalami heatstroke atau sengatan panas. Menurut hasil autopsi forensik, penyebabnya adalah kekurangan cairan dan nutrisi serta kelelahan akibat aktivitas pendampingan yang tidak pernah istirahat dari pagi hingga malam. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit ( electrolyte imbalances ) dan kadar gula darah turun di bawah normal ( hypoglycemia ), yang kemudian berujung pada stroke. PPI Belanda menyayangkan sikap pihak event organizer (EO) dan liaison officer (LO) yang tidak menunjukkan permintaan maaf atau pertanggungjawaban kepada keluarga. Bahkan, saat Helmi meninggal, acara kunker para pejabat tetap berlanjut, dan tidak ada upaya dari pihak EO, koordinator LO, maupun pejabat publik untuk menemui keluarga almarhum. Baca Juga: Mahasiswa Udinus Tewas Dibacok Gangster Keluarga menduga sikap tidak peduli tersebut merupakan indikasi untuk menutupi peristiwa yang terjadi. Menanggapi kejadian ini, PPI Belanda mengeluarkan delapan pernyataan sikap. Mereka menolak keras segala bentuk pelibatan mahasiswa dalam perjalanan dinas pejabat publik tanpa kontrak resmi, perlindungan hukum, dan mekanisme yang jelas. PPI Belanda juga menuntut akuntabilitas dan transparansi dari pihak EO, koordinator LO, serta KBRI di berbagai negara untuk menghentikan praktik serupa. Selain itu, mereka mendesak PPI Dunia untuk mempercepat pembahasan Undang-Undang Perlindungan Pelajar. Baca Juga: Otoritas Nepal Menerjunkan Militer, 19 Orang Tewas dalam Bentrokan Demonstrasi (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK