Diduga Ingkar Janji Soal Listrik dan Air, Sejumlah Warga Kecamatan Toba Lakukan Pemagaran di Area PT KAN
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Ketegangan terjadi di wilayah investasi perkebunan di Kabupaten Sanggau. Sejumlah warga Kecamatan Toba nekat melakukan aksi pemagaran warga di area perusahaan
PT KAN
.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat terhadap perusahaan yang diduga kuat telah ingkar janji terkait realisasi kewajiban sosial mereka.
Baca Juga:
Izin Kawasan Berikat Bea Cukai untuk PT KAN, Sinyal Positif Hilirisasi di Kalbar?
Peristiwa ini mencuat ke publik setelah sebuah video berdurasi sekitar satu menit beredar luas di berbagai grup WhatsApp masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana tegang di mana warga mendirikan pagar blokade menggunakan tumpukan kayu.
Di lokasi kejadian, tampak pula sejumlah petugas keamanan (Satpam) perusahaan PT KAN yang hanya bisa berjaga dan menyaksikan aksi protes tersebut dari balik tumpukan kayu yang dijadikan barikade oleh warga.
Tuntut Realisasi Infrastruktur Dasar
Dalam video tersebut, seorang pria paruh baya yang merupakan perwakilan warga menumpahkan kekesalannya. Sambil menghitung menggunakan jari tangannya, ia merinci satu per satu janji manis perusahaan yang hingga kini dinilai belum terealisasi.
Pria tersebut menegaskan bahwa aksi pemagaran warga ini terpaksa dilakukan karena tuntutan mereka selama ini seolah dipermainkan dan tidak ditanggapi serius oleh manajemen PT KAN.
Tuntutan tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan dasar hidup masyarakat sekitar perusahaan.
“Masalah jalan, harus setengah, air bersih, listrik, dan lainnya,” ucap pria dalam video tersebut dengan nada kesal.
Warga menilai, keberadaan investasi seharusnya membawa dampak positif bagi infrastruktur desa, namun kenyataannya mereka masih kesulitan mendapatkan akses jalan yang layak, serta pasokan air bersih dan listrik yang memadai.
Kekecewaan yang menumpuk akibat janji-janji yang tak kunjung ditepati inilah yang akhirnya memicu aksi blokade fisik di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi atau klarifikasi dari pihak manajemen PT KAN terkait aksi protes dan tuntutan warga tersebut.
Baca Juga:
Yayasan Genesis Desak Pemerintah Cabut Izin PT ABS Buntut Penembakan Lima Petani Pino Raya
Tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan konfirmasi berimbang mengenai duduk perkara ini.
Beredarnya video ini di media sosial dan grup percakapan menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah setempat untuk segera turun tangan memediasi konflik agar tidak berkepanjangan dan mengganggu iklim investasi maupun kondusivitas masyarakat di Kecamatan Toba.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.