faktakalbar

Dinsos Sanggau Catat 758 Kasus ODGJ, Angka Riil di Lapangan Diduga Lebih Tinggi

Penulis: Redaksi Wednesday, 04 February 2026 📖 1 menit
Dinsos Sanggau Catat 758 Kasus ODGJ, Angka Riil di Lapangan Diduga Lebih Tinggi
Faktakalbar.id, SANGGAU – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui   Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana merilis data terkini mengenai masalah kesehatan jiwa di wilayahnya. Hingga awal Februari 2026, tercatat jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masuk dalam penanganan pemerintah mencapai 758 orang. Baca Juga: Tragis, Pria ODGJ Ditemukan Tewas dengan Luka Berat di Tepi Jalan Sungai Pinyuh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Aang Syahroni, mengonfirmasi data tersebut. Ia menjelaskan bahwa ratusan warga tersebut menderita gangguan kejiwaan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari kategori sedang hingga berat. Meskipun angka 758 orang sudah tergolong tinggi, Aang menduga jumlah tersebut belum menggambarkan kondisi riil secara keseluruhan di lapangan. Masih banyak kasus yang belum terdata karena adanya keengganan dari pihak keluarga atau lingkungan untuk melaporkan keberadaan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa kepada dinas terkait. “Jumlah ODGJ yang kita tangani 758 orang, itu yang ke tahap rawatan di Rumah Sakit Jiwa maupun yang sudah selesai menjalani perawatan. Angka ini dinamis ya, karena masih ada yang belum terlaporkan keberadaannya kepada kami,” ujar Aang Syahroni, Selasa (3/2/2026). Pihak Dinsos P3AKB Sanggau menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus baru. Hal ini krusial agar pemerintah dapat memetakan Jumlah ODGJ di Sanggau secara akurat dan memberikan intervensi yang tepat. Baca Juga: TNI-Polri Amankan Pria ODGJ Pembunuh Warga Murung Raya Ketidakterbukaan dalam pelaporan sering kali menjadi kendala utama dalam pendataan. Padahal, data yang valid sangat diperlukan untuk menentukan kebijakan penanganan kesehatan jiwa di daerah. Pemerintah berharap stigma negatif terhadap ODGJ dapat dikurangi sehingga keluarga lebih terbuka untuk mencari bantuan medis dan sosial. Dengan adanya data Jumlah ODGJ di Sanggau yang lebih akurat, diharapkan alokasi anggaran dan program rehabilitasi sosial dapat disalurkan lebih efektif kepada mereka yang benar-benar membutuhkan pertolongan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK