faktakalbar

Diskusi Terfokus Tiga Binua: Perempuan Muda Penjaga Tradisi dan Pengelolaan Alam di Mempawah

Penulis: Redaksi Tuesday, 15 October 2024 📖 1 menit
Diskusi Terfokus Tiga Binua: Perempuan Muda Penjaga Tradisi dan Pengelolaan Alam di Mempawah
MEMPAWAH - Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan tradisi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, Institut Dayakologi dan Gemawan menggelar diskusi terfokus yang berlangsung selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Oktober 2024, di beberapa desa di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah. Diskusi ini diadakan secara paralel di Aula Kantor Desa Suak Barangan, Bumbun, dan Sekabuk, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuka adat, tokoh agama, pemerintahan desa, karang taruna, kelompok tani, dan kelompok perempuan muda. Duyung, aktivis dari Institut Dayakologi, menekankan pentingnya peran perempuan muda dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa perempuan muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, terutama dalam menjaga pengetahuan tradisional terkait pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. “Perempuan muda sering kali menjadi penjaga pengetahuan tradisional tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sekaligus terbuka terhadap inovasi dan teknologi baru yang dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan,” jelas Duyung. Rabu,(11/10/2024) Ia juga menambahkan bahwa perempuan muda memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin gerakan lingkungan di tingkat akar rumput, mengorganisir komunitas untuk terlibat dalam aksi-aksi pro-lingkungan. Dalam kesempatan yang sama, Ageng, pegiat dari Gemawan, menyoroti pentingnya regenerasi dalam pelestarian hutan dan lahan. Menurutnya, perempuan muda memainkan peran fundamental dalam menjaga sendi-sendi peradaban, terutama dalam konteks pengelolaan hutan dan lahan. “Perempuan muda nantinya akan menggantikan peran pendahulunya dalam melestarikan hutan. Diskusi ini menjadi ruang bagi berbagai perspektif untuk melihat peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam, yang tentunya harus dilakukan dengan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,” ungkap Ageng. Diskusi ini bertujuan untuk menggali perspektif berbagai stakeholder desa terkait peran perempuan muda dalam mitigasi perubahan iklim, serta menganalisis kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pemberdayaan mereka di isu lingkungan. Masyarakat desa, terutama kelompok perempuan muda, diharapkan dapat terus mengambil peran aktif dalam pelestarian alam dengan memadukan pengetahuan tradisional dan inovasi modern. (RD)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK