faktakalbar

DLH Sintang Tegaskan Jam Buang Sampah Pukul 18.00–06.00 WIB, Pelanggar Dinilai Hambat Pengangkutan

Penulis: Redaksi Monday, 23 February 2026 📖 1 menit
DLH Sintang Tegaskan Jam Buang Sampah Pukul 18.00–06.00 WIB, Pelanggar Dinilai Hambat Pengangkutan
Faktakalbar.id, SINTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang memberikan peringatan keras terkait disiplin waktu pembuangan sampah rumah tangga. Masyarakat diminta mematuhi jadwal buang sampah hanya pada pukul 18.00 hingga 06.00 WIB di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang telah ditentukan secara resmi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, menyatakan bahwa ketidakpatuhan terhadap jam yang telah ditetapkan menjadi faktor penghambat utama dalam penanganan sampah di wilayah tersebut. Menurutnya, persoalan sampah di Sintang tidak akan tuntas selama warga masih membuang sampah sembarangan dan di luar waktu operasional. Baca Juga:  Pemkab Sintang Desak Pemerintah Provinsi Tuntaskan Perbaikan Jalan di Sintang "Persoalan sampah tidak akan selesai kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan dan di luar jam yang sudah ditetapkan," tegas Siti Musrikah, Sabtu (21/2/2026). Regulasi jam buang sampah ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati yang berlaku. Selain untuk ketertiban, pembatasan waktu ini bertujuan agar: Petugas kebersihan dapat melakukan pengangkutan secara terjadwal tanpa hambatan. Menghindari terjadinya penumpukan sampah di pinggir jalan pada siang hari. Mengurangi dampak bau tidak sedap serta pencemaran visual di area publik. Selain aspek disiplin waktu, DLH Sintang juga menyoroti pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya. Warga didorong untuk mulai mengolah sampah organik secara mandiri menggunakan komposter atau lubang resapan, serta meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dengan beralih ke wadah ramah lingkungan seperti anyaman bambu atau rotan. Pihak DLH berharap kepatuhan terhadap jadwal ini menjadi standar perilaku bersama guna mencegah krisis kebersihan di Kabupaten Sintang. Baca Juga:  Krisis Air Bersih Menahun di Sintang: Sumur Bor TMMD Jadi Tumpuan Terakhir Warga Desa (Nara)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK