Dominasi Infrastruktur, Musrenbang Singkawang Selatan Tampung 262 Usulan Prioritas
Faktakalbar.id, SINGKAWANG –
Infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah masih menjadi kebutuhan utama masyarakat
Kecamatan Singkawang Selatan
.
Hal itu tercermin dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Singkawang Tahun 2027 tingkat kecamatan yang digelar di Aula
Kantor Camat Singkawang Selatan
, Senin (02/2/2026).
Baca Juga:
SPBU Baru Beroperasi di Jalan Tani Singkawang, BBM Subsidi Menyusul Triwulan II
Dalam forum strategis tersebut, tercatat sebanyak 262 usulan kegiatan yang masuk dari empat kelurahan.
Kegiatan ini bertujuan membahas dan menyepakati usulan pembangunan kelurahan agar selaras dengan prioritas pembangunan Kota Singkawang ke depan.
Camat Singkawang Selatan, Apriyanto menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan menjadi ruang musyawarah vital untuk merumuskan program prioritas yang berasal dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Kegiatan ini sebagai wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan terkait program prioritas yang tercantum dalam daftar usulan kegiatan pembangunan kelurahan, yang kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kota nantinya,”
ujar Apriyanto.
Apriyanto merinci, dari total 262 usulan yang masuk, mayoritas didominasi oleh sektor fisik.
Rinciannya, peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar sebanyak 163 usulan dan peningkatan konektivitas wilayah sebanyak 62 usulan.
“Yang paling banyak masuk adalah pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan,”
ungkapnya.
Baca Juga:
Sekda Fokus Entaskan Kemiskinan Singkawang Selatan
Adapun sebaran usulan tersebut berasal dari Kelurahan Sedau sebanyak 94 usulan, Kelurahan Pangmilang 79 usulan, Kelurahan Sijangkung 57 usulan, dan Kelurahan Sagatani 32 usulan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam merumuskan arah kebijakan.
Namun, ia juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan banjir.
Dwi Yanti mengungkapkan data bahwa Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang angka yang cukup signifikan dalam statistik kemiskinan daerah.
“Hal ini menjadi tantangan kita bersama yang harus diatasi, tentu dengan merumuskan aksi nyata melalui usulan-usulan dalam musrenbang,”
kata Dwi Yanti.
Ia menyebutkan bahwa Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.
Selain itu, Dwi Yanti juga menyinggung masalah sanitasi, di mana masih terdapat dua kelurahan yang belum bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Kendati demikian, Dwi Yanti optimis dengan potensi besar yang dimiliki wilayah ini.
Singkawang Selatan dinilai memiliki modal kuat dalam pengembangan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan agrowisata karena keberadaan pantai, perbukitan, lahan subur, hingga bandara.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.