faktakalbar

Drainase Tersumbat Jalan Lintas Melawi Sintang Mulai Dibersihkan Petugas

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Drainase Tersumbat Jalan Lintas Melawi Sintang Mulai Dibersihkan Petugas
Faktakalbar.id, SINTANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang bersama aparat gabungan dan warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan saluran drainase yang tersumbat di sepanjang Jalan Lintas Melawi pada Rabu (6/5/2026). Langkah tanggap darurat ini diambil menyusul timbulnya genangan air yang meluap ke badan jalan dan mengganggu mobilitas serta aktivitas perekonomian warga di kawasan tersebut akibat curah hujan yang tinggi. Baca Juga:  Cegah Banjir, Warga Kapuas Kanan Hilir Sintang Gelar Kerja Bakti Bersihkan Drainase Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang Siti Musrikah mengonfirmasi bahwa genangan tersebut dipicu oleh pendangkalan parah, bukan luapan sungai. Meski dimensi drainase cukup lebar dan dalam, tumpukan sampah dan lumpur membuat kapasitas tampung air menurun drastis. "Banjir yang terjadi itu sebenarnya bukan banjir, tetapi air yang seharusnya lewat drainase tidak bisa mengalir dengan baik karena terjadi penyumbatan," ujarnya saat memantau langsung proses pembersihan di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil survei lapangan oleh tim teknis DLH Sintang, ditemukan sedikitnya tujuh titik penyumbatan kritis di sepanjang Jalan Lintas Melawi. Rentetan titik sumbatan tersebut membentang mulai dari kawasan depan Indomaret, area Masjid Al Amin, sekitar Toko Satelit, hingga bermuara di persimpangan depan Hotel Charlie. Kawasan Pondok Lestari juga masuk dalam radar pengawasan khusus karena kondisi geografisnya yang berada di dataran rendah sehingga rawan tergenang. "Dari hasil pengecekan, penyumbatan ini disebabkan oleh lumpur yang sudah menumpuk cukup tinggi, bahkan hanya menyisakan sekitar sejengkal dari permukaan drainase. Ini yang membuat air tidak mampu tertampung saat hujan deras," jelas Siti Musrikah. Siti menambahkan, puncak luapan air terjadi pada Jumat pekan lalu saat intensitas hujan sangat tinggi. Hal ini memaksa air meluber ke aspal, terutama di titik rawan kawasan Masjid Al Amin. Merespons hal itu, Pemkab langsung berkoordinasi lintas sektor untuk menormalisasi saluran air. Kegiatan kerja bakti ini melibatkan pihak kelurahan, kecamatan, prajurit TNI, personel Polri, dan masyarakat sekitar. "Kami bekerja sama dengan semua pihak, termasuk warga dari dua RT di Kelurahan Ladang, untuk mencari dan membersihkan titik-titik penyumbatan," katanya. Untuk mempercepat pengerjaan dan memaksimalkan pengangkatan sedimen tebal, DLH Kabupaten Sintang mengerahkan alat berat berupa ekskavator mini (excavator mini) serta truk jungkit (dump truck) ke titik-titik penyumbatan terparah. "Kami juga menurunkan pasukan untuk membersihkan parit dan got dari lumpur, sampah, rumput, dan material lainnya agar aliran air kembali lancar," pungkasnya. Langkah antisipatif berkelanjutan diharapkan dapat terus dilakukan agar infrastruktur jalan bebas dari luapan air di musim penghujan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK