Dua Warga Meninggal Diduga Akibat Keracunan Jamur Hutan di Sekadau
Faktakalbar.id, SEKADAU -
Dua warga, seorang ibu dan anaknya, di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten
Sekadau
, meninggal dunia.
Keduanya diduga mengalami keracunan jamur hutan setelah mengonsumsi jamur yang mereka temukan.
Baca Juga:
Diduga Keracunan Makanan, 61 Santri dan Guru Al Furqon Dilarikan ke Puskesmas Tebas
Kapolres Sekadau
AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kapolsek Sekadau Hulu, IPTU Agustam, membenarkan kejadian tragis ini.
"Benar, ada dua korban meninggal dunia, masing-masing ibu dan anak, yakni FL (44) dan putrinya FA (2)," ujarnya.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (4/9). FL (44) bersama suaminya, M (33), serta kerabat mereka, YT (1) dan SN (25), pergi ke hutan untuk mencari jamur.
Jamur yang mereka temukan adalah jenis kesi atau keluntan.
Jamur tersebut kemudian dimasak dan dimakan bersama-sama di rumah FL, ditemani minuman tuak.
Tidak lama setelah menyantap hidangan tersebut, kelima orang itu merasakan gejala seperti muntah dan pusing.
Baca Juga:
72 Warga Dusun Gurah Keracunan Massal Usai Menghadiri Acara di Sambas
Mereka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pertolongan medis.
"Anak dari FL, yakni FA, meninggal dunia lebih dulu saat perjalanan ke klinik," jelas IPTU Agustam.
Sementara itu, kondisi FL sempat memburuk. Ia sempat memilih berobat mandiri di rumah, tetapi akhirnya meninggal dunia pada Jumat (5/9) malam.
Selain kedua korban yang meninggal dunia, tiga orang lainnya yang juga mengonsumsi jamur tersebut berhasil selamat.
Mereka adalah suami FL, M (33), serta kerabat mereka, YT (1) dan SN (25). Ketiganya sempat menjalani perawatan medis di RSUD Sekadau dan kini kondisinya sudah membaik.
Pihak keluarga telah memakamkan kedua korban di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9/2025).
Keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga:
Tumbler Tak Pernah Diganti 10 Tahun, Pria Taiwan Meninggal karena Racun Logam
Mengenai penyelidikan, polisi terkendala karena sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang.
"Sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang oleh warga setelah kejadian, sehingga tidak ada yang berhasil diamankan," terang IPTU Agustam.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap akan berkoordinasi untuk mengambil sampel jamur di sekitar lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi tumbuhan atau jamur yang belum dipastikan aman," imbau IPTU Agustam.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya melalui Unit Reskrim bersama Bhabinkamtibmas telah turun langsung untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan kondisi korban yang selamat.
Baca Juga:
Dapat Sebabkan Kematian, Ini Lima Efek Bahaya Konsumsi Kecubung
IPTU Agustam mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat mengonsumsi bahan makanan dari alam yang belum terjamin keamanannya," pungkasnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.