Fasilitas Masih Terbatas, Pasien Penyakit Jantung Bawaan di Kalbar Masih Harus Dirujuk ke Jakarta
Layanan kesehatan di RSUD dr. Soedarso Pontianak kini telah mampu menangani sejumlah kasus penyakit jantung bawaan kategori sederhana secara mandiri pada Kamis (23/7/2026).
Layanan kesehatan di RSUD dr. Soedarso Pontianak kini telah mampu menangani sejumlah kasus penyakit jantung bawaan kategori sederhana secara mandiri pada Kamis (23/7/2026).
Peningkatan fasilitas medis tersebut memungkinkan tim dokter melakukan deteksi dini serta pemasangan alat bantu khusus tanpa harus merujuk semua pasien ke luar pulau.
Meskipun demikian, kapasitas penanganan medis lokal masih memiliki keterbatasan, terutama untuk pelaksanaan tindakan bedah jantung tingkat lanjut.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Anindia Wardhani, menjelaskan bahwa kasus-kasus kompleks tetap memerlukan tindakan operasi di pusat rujukan nasional.
“Karena masih ada keterbatasan, kita belum bisa sampai operasi. Beberapa pasien masih kami kirim ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Lonjakan rujukan pasien anak ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta mencapai angka lima hingga enam orang dalam kurun waktu satu pekan.
Saat ini tercatat ada sekitar 29 pasien asal Kalimantan Barat yang sedang menetap di Jakarta guna menjalani antrean operasi maupun pemeriksaan lanjutan.
“Alhamdulillah karena perkembangan di Soedarso, beberapa penyakit jantung bawaan yang sederhana sudah bisa kita tangani, terutama yang simple, karena sudah bisa pasang alat ataupun deteksi lebih awal,” ungkapnya.
Kendala jarak dan biaya hidup selama masa tunggu di ibukota membuat peran pendampingan sosial bagi keluarga pasien menjadi sangat krusial.
Upaya pengembangan fasilitas kesehatan di daerah terus didorong agar kapasitas penanganan penakit jantung anak di Kalimantan Barat semakin mandiri ke depannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.