Gandeng Akademisi UI, Karantina Kalbar Perkuat Layanan Publik dan Riset di PLBN Entikong
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat (
Karantina Kalbar
) melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pos Lintas Batas Negara
(PLBN) Entikong
menerima kunjungan kerja strategis dari tingkat pusat dan akademisi.
Baca Juga:
Darurat! Kucing Liar hingga 700 Burung Jadi Target Penyelundupan, Balai Karantina Akui Sulit Lacak Sindikat
Kunjungan ini melibatkan Biro Hukum dan Humas Karantina Indonesia serta Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (
FIA UI
), Rabu (24/12).
Agenda ini bertujuan untuk memotret langsung kondisi lapangan guna memperkuat pengawasan keamanan hayati sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan publik di beranda negara.
"Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Biro Hukum dan Humas Karantina Indonesia, Hudiansyah Is Nursal, bersama Dekan FIA UI... bertujuan untuk meninjau secara langsung denyut nadi pengawasan keamanan hayati di beranda negara,"
tulis laporan kegiatan tersebut.
Penguatan Aspek Hukum dan Humas
Kepala Biro Hukum dan Humas Karantina Indonesia, Hudiansyah Is Nursal, dalam arahannya menegaskan posisi vital PLBN Entikong.
Menurutnya, sebagai garda terdepan, pos ini membutuhkan koordinasi lintas instansi yang solid serta dukungan aspek hukum dan kehumasan yang kuat untuk menjamin transparansi.
Baca Juga:
Kompolnas Cek Pos Terpadu PLBN Entikong, Pastikan Kesiapan Operasi Lilin Kapuas 2025 di Perbatasan
"Hudiansyah dalam arahannya menekankan bahwa PLBN Entikong merupakan titik krusial yang memerlukan penguatan koordinasi antar instansi... optimalisasi peran kehumasan dan aspek hukum adalah fondasi utama untuk mendukung transparansi serta kualitas layanan publik yang berintegritas,"
jelas Hudiansyah.
Laboratorium Riset Administrasi Publik
Sementara itu, Dekan FIA UI, Retno Kusumastuti, menilai Entikong memiliki potensi strategis sebagai lokasi riset administrasi publik.
Kehadiran akademisi diharapkan dapat memberikan masukan berbasis riset untuk inovasi pelayanan di perbatasan.
"Dekan FIA UI... memandang PLBN Entikong bukan sekadar pintu lintas batas, melainkan lokasi strategis untuk pengembangan kajian administrasi public, tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik,"
ungkap Retno.
Hal senada disampaikan Muh. Azis Muslim dari FIA UI, yang menekankan pentingnya sinergi antara teori akademik dan praktik pemerintahan untuk menciptakan kebijakan yang berkelanjutan.
"Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi pemerintah sangat vital untuk mendorong riset kebijakan serta inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan untuk memperkuat urgensi sinergi tersebut,"
tambahnya.
Baca Juga:
Gagalkan Penyelundupan, Karantina Kalimantan Barat Sita Ratusan Burung Ilegal di Pelabuhan Dwikora
Suntikan Motivasi
Penanggung Jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menyambut baik perhatian dari pusat dan kalangan akademisi ini.
Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi petugas lapangan untuk terus menjaga kedaulatan hayati Indonesia.
"Kehadiran para pimpinan dan akademisi menjadi suntikan motivasi bagi tim di lapangan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik,"
pungkas Swiet Sinay.
(Ra)
Tag:
#PLBN Entikong
#Universitas Indonesia
#Karantina Kalbar
#Hudiansyah Is Nursal
#Pelayanan Publik Perbatasan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.