faktakalbar

Gas 3 Kg Langka di Sintang, Harga Tembus Rp100 ribu

Penulis: Redaksi Friday, 02 January 2026 📖 1 menit
Gas 3 Kg Langka di Sintang, Harga Tembus Rp100 ribu
Faktakakbar.id, SINTANG - Krisis energi menyambut warga Kabupaten Sintang pada pergantian tahun. Memasuki hari pertama tahun 2026, masyarakat menjerit akibat kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji tabung 3 kilogram (kg) yang tak terkendali. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Somasi, Arbudin, menyoroti tajam kondisi ini. Ia secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dan pihak Pertamina untuk segera turun tangan mengatasi kekacauan distribusi yang menyengsarakan rakyat kecil tersebut. Menurut Arbudin, kenaikan harga dan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi di seluruh wilayah Kabupaten Sintang sudah sangat meresahkan, terutama pada momen akhir tahun 2025 hingga tahun baru 2026 ini. Ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan tindakan konkret di lapangan. Baca Juga:  Satgas Pangan Sintang Temukan Restoran Timbun Puluhan Tabung Gas Elpiji Bersubsidi Berdasarkan data pantauan yang Arbudin sampaikan, harga gas 3 kg di pasaran saat ini sudah melambung jauh di atas kewajaran. Ia membeberkan bahwa untuk wilayah Kota Sintang saja, harga di tingkat pengecer telah menyentuh angka Rp50.000 per tabung. Kondisi jauh lebih parah terjadi di wilayah pedalaman. Di Kecamatan Ambalau , warga harus merogoh kocek hingga lebih dari Rp100.000 hanya untuk mendapatkan satu tabung gas 3 kg. Lonjakan harga ini dinilai Arbudin sangat tidak wajar mengingat Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi untuk pangkalan di wilayah tersebut seharusnya jauh di bawah angka tersebut, yakni di kisaran Rp18.500. Kelangkaan ini terjadi justru di saat Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sebelumnya mengklaim telah melakukan penambahan pasokan ( extra dropping ) untuk mengantisipasi kebutuhan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kalbar. Baca Juga:  2 Tempat Wisata Sintang Paling Hits untuk Liburan Akhir Tahun Arbudin berharap adanya langkah penertiban yang tegas dari pihak berwenang agar harga kebutuhan pokok energi ini bisa kembali normal dan terjangkau oleh masyarakat. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK