faktakalbar

Gawai Dayak Sanggau ke-21, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya

Penulis: Redaksi Tuesday, 08 July 2025 📖 1 menit
Gawai Dayak Sanggau ke-21, Simbol Persatuan dan Warisan Budaya
Faktakalbar.id, SANGGAU – Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI yang digelar di Rumah Betang Dori’ Mpulor , Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (07/07/2025), menjadi momentum memperkuat warisan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat Dayak di tengah arus modernisasi. Baca Juga:   Polres Sanggau Bongkar Aktivitas PETI di Sungai Kapuas, 4 Orang Diamankan Perayaan ini dihadiri ratusan warga yang mengenakan pakaian adat khas Dayak. Anak-anak, pemuda, hingga tetua adat turut serta dalam prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat, diiringi suara gong dan tarian tradisional untuk menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Bupati Sanggau Yohanes Ontot, dan Wakil Bupati Susana Herpena. Dalam sambutannya, Krisantus mengajak masyarakat Dayak untuk siap menghadapi era digital tanpa melupakan jati diri budaya. “ Hanya dengan menjaga identitas dan merawat budaya, kita tidak akan punah ditelan arus teknologi ,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Gawai yang dinilainya semakin terorganisir dan menarik. “ Saya menyaksikan antusiasme luar biasa dari para kontingen. Semua hadir dengan semangat kebersamaan ,” kata Krisantus. Sementara itu, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan bahwa Gawai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan peringatan penting tentang pentingnya menjaga adat sebagai fondasi identitas. “ Budaya tidak bisa kita urus secara terpisah-pisah. Harus ada kesungguhan bersama agar adat ini tidak lenyap ,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam merawat budaya bisa membuat generasi mendatang kehilangan akar. “ Kalau kita lengah, budaya yang menjadi identitas kita akan luntur ,” tambah Ontot. Selain prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati pameran kerajinan, kuliner tradisional, dan pertunjukan seni yang berlangsung selama beberapa hari. Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga, tetapi juga panggung kebudayaan Dayak yang sarat nilai persatuan dan kearifan lokal. Acara tahunan ini diharapkan mampu terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur serta membuktikan bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK