Generasi Emas 2045 Terancam Perang Candu? LAN Sintang Ajak Pelajar Perangi Narkoba
FAKTAKALBAR.ID, SINTANG
– Dampak buruk
narkoba
merupakan persoalan yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena telah banyak merusak kehidupan masyarakat dan mengancam
generasi muda
.
Melalui misi yang diusung oleh
Presiden Prabowo
dalam program
ASTA CITA
, juga menyebutkan
pemberantasan narkoba
menjadi prioritas pemerintahannya.
Untuk itu, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten
Sintang
mengajak para pelajar untuk ikut serta melawan Narkoba.
Ade Muhammad Iswadi SE, C.HL., C.H., C.PS., C.PPS., C.TM., Ketua LAN
Kabupaten Sintang
, mengungkapkan pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi terkait
dampak buruk narkoba
.
Upaya Sosialisasi Kepada Pelajar di Sintang Untuk Memerangi Narkoba
[caption id="attachment_27255" align="alignnone" width="1600"]
Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Sintang menyampaikan materi tentang dampak penyalahgunaan narkoba kepada pelajar SMP Negeri 6 Sintang, Selasa (18/03/2025). (Dok. Vika/Faktakalbar.id).[/caption]
LAN Kabupaten Sintang telah melakukan sosialisasi untuk pelajar di beberapa tempat yaitu di Panti Asuhan di daerah Kecamatan Kelam sambil menyampaikan Al Quran Waqaf yang diamanatkan.
Selain itu, LAN Kabupaten Sintang juga mengajak pelajar di SMP Negeri 6 Sintang untuk melakukan perlawanan terhadap Narkoba.
Dampak Penyalahgunaan Narkoba yang Berbahaya Bagi Kesehatan
Ami, sapaan akrab Ketua LAN Sintang, menjelaskan kalau pihaknya kerap menjelaskan dampak dari penggunaan narkoba dari sisi medis.
Contohnya ekstasi yang dapat merusak otak yang dapat memperlemah daya ingatan, menyebabkan kerusakan pada hati dan jantung, serta kecanduan dan kesulitan untuk berhenti.
“Hasil penelitian medis juga menyebutkan pengguna ekstasi juga kebanyakan depresi berat dan alami gangguan kejiwaan, bahkan tidak jarang berujung pada kematian,”
jelasnya pada Selasa, (18/3/2025).
Sebagai seorang aktivis organisasi yang sempat menjabat sebagai Ketua KPU Sintang ini menyebutkan dampak buruk Narkoba jenis sabu yang mengancam fungsi hati, ginjal, dan syaraf.
“Efek sabu terhadap tubuh membuat pengguna akan berperilaku abnormal, mudah bingung, berkhayal dan berhalusinasi, mudah cemas, marah, bahkan berujung pada kematian akibat pecahnya pembuluh darah di otak,”
ungkap Ami.
Ami menyampaikan adanya Laporan Narkoba Dunia UNODC 2024 yang diluncurkan Kantor Persatuan Bangsa Bangsa untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) yang dirilis pada Kamis (26/06/2024).
Laporan tersebut mengungkapkan bahaya masalah narkoba dunia terus meningkat di tengah perluasan penggunaan dan pasar narkoba.
Selanjutnya Ami menjelaskan tentang kemunculan opioid sintetik baru yang merupakan zat disintesis di laboratorium.
Zat ini bekerja pada target yang sama di otak layaknya opioid alami seperti morfin dan kodein untuk menghasilkan efek analgesic/pereda nyeri.
Permintaan yang Semakin Tinggi Berujung Pada Meningkatnya Dampak Masalah Penyalahgunaan Narkoba Dunia
Tingginya permintaan dan pasokan obat-obatan lain telah memperburuk dampak masalah narkoba dunia.
“Itu semua yang menyebabkan peningkatan gangguan penggunaan narkoba dan juga kerusakan lingkungan,”
kata Ami menjelaskan apa yang menjadi Laporan Obat Dunia UNODC 2024.
Ami mengingatkan bahwa Indonesia telah darurat narkoba sejak tahun 2017 lalu. Namun baginya ada keanehan pada data tahun 2022 yang menyebutkan adanya kenaikan permasalahan narkoba hingga 300 persen.
“Dan sebetulnya jika dikatakan Indonesia Darurat Narkoba sudah diumumkan pada tahun 1971 masa pemerintahan Presiden Suharto,”
ungkapnya.
Ami berharap Pemerintahan Prabowo benar-benar menjalankan salah satu poin prioritas dalam misinya yaitu memberantas Narkoba.
Ketua LAN Sintang tersebut juga mengingatkan betapa dampak buruk narkoba itu telah mengkhawatirkan. Karena setiap hari 40-50 orang mati karena terpapar narkoba dan dalam setahun ada 18.000 jiwa melayang akibat narkoba.
“Kondisi ini harusnya sudah cukup menjadikan semua pihak, terutama pemerintah untuk benar-benar memberantas narkoba sebagaimana program pemerintah yaitu P4GN atau Pemberantasan Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba,” tutup Ami
Sebagai aktivis Lembaga Anti Narkoba, Ami mencemaskan kondisi generasi muda yang hendak menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baginya generasi muda bisa terancam dengan perang candu mengingat maraknya peredaran narkoba dengan berbagai macam cara. Parahnya juga peredaran barang terlarang tersebut mendapatkan bekingan dari beberapa oknum institusi terkait yang seharusnya turut serta melakukan pemberantasan narkoba.
(VK)
Tag:
#narkoba
#dampak narkoba
#generasi muda
#asta cita
#Kabupaten Sintang
#Sintang
#pelajar
#pemberantasan narkoba
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.