faktakalbar

Genjot Imunisasi, Dinkes Kalbar Gandeng UNM Bedah Perilaku Warga

Penulis: Redaksi Wednesday, 15 October 2025 📖 1 menit
Genjot Imunisasi, Dinkes Kalbar Gandeng UNM Bedah Perilaku Warga
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat bersama Kementerian Kesehatan RI, CDC Indonesia, dan Pusat Kajian Psikologi Sosial Universitas Negeri Makassar menggelar Workshop Pelaksanaan Survei BeSD (Behavioural and Social Drivers) untuk memperkuat program imunisasi di tiga daerah prioritas, Sabtu (11/10/25). Baca Juga: Gandeng Pasangan ASN, Budaya Antikorupsi di Pontianak Diperkuat Melalui Sektor Pendidikan dan Kesehatan Kegiatan yang dibuka secara resmi di Ballroom Hotel Harris Pontianak ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program imunisasi dan surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) di wilayah prioritas, yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Singkawang. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor dalam penyelenggaraan kegiatan strategis ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pusat Kajian Psikologi Sosial Universitas Negeri Makassar dan seluruh mitra atas kerja samanya dalam kegiatan ini,” katanya. Baca Juga:   Gandeng Pasangan ASN, Budaya Antikorupsi di Pontianak Diperkuat Melalui Sektor Pendidikan dan Kesehatan Menurut Erna, pemahaman mendalam terhadap faktor non-medis menjadi kunci keberhasilan program kesehatan. “Survei BeSD menjadi langkah penting untuk memahami faktor sosial dan perilaku masyarakat yang memengaruhi partisipasi dalam imunisasi,” tambahnya. Ia menegaskan, program imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling cost-effective dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK