Gubernur Ria Norsan Fokus Fungsionalkan Jalan Simpang Medang - Nanga Mau Jelang Nataru
Faktakalbar.id, SINTANG –
Gubernur
Kalimantan Barat
, Ria Norsan, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang, Sabtu (13/12/2025).
Fokus utama kunjungan kerja ini adalah memantau peningkatan ruas Jalan Simpang Medang - Nanga Mau yang pengerjaannya tengah dikebut.
Baca Juga:
Nyaris Putus Digerus Longsor, Akses Jalan Poros Dedai di Sintang Bahayakan Pengendara
Langkah ini diambil pemerintah provinsi untuk memastikan aksesibilitas masyarakat tetap terjaga, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya mobilitas warga menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berdasarkan laporan lapangan, progres pengerjaan fisik saat ini telah mencapai angka 80 persen, meningkat signifikan dari 74 persen pada pekan sebelumnya.
Kejar Target Akhir Desember
Pihak kontraktor pelaksana menyatakan optimismenya untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu pada akhir Desember 2025.
Ria Norsan menjelaskan bahwa ruas jalan ini memiliki peran vital karena menjadi akses penghubung hingga ke wilayah perbatasan di Kecamatan Serawai.
"Jadi, jalan yang ditangani memiliki panjang yang sangat signifikan, membentang dari Simpang Medang, melewati Nanga Mau, Tebidah, Bumiauw, hingga Serawai di perbatasan," ujar Ria Norsan usai meninjau lokasi.
Dalam strategi pengerjaannya, pemerintah menerapkan dua metode penanganan. Pertama, pengerjaan aspal efektif sepanjang 4 kilometer.
Kedua, penanganan fungsional sepanjang lebih dari 26 kilometer yang meliputi penutupan lubang-lubang jalan yang rusak parah di sepanjang ruas Jalan Simpang Medang - Nanga Mau.
"Prioritas pengerjaan fungsional ini diambil untuk memastikan lalu lintas masyarakat dapat berjalan lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)," tegas Gubernur.
Kendala Jembatan dan Biaya
Gubernur mengakui bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini bukan hanya pada kondisi tanah, melainkan banyaknya infrastruktur jembatan yang rusak di sepanjang jalur tersebut.
Kerusakan jembatan ini berdampak langsung pada hambatan logistik material dan pembengkakan anggaran.
"Permasalahan kita adalah jembatannya terlalu banyak. Artinya itu menjadi beban anggaran meningkat," jelasnya.
Ria Norsan merincikan, dalam kondisi normal, biaya pembangunan jalan rata-rata berkisar Rp7 miliar per kilometer.
Namun, akibat tingginya biaya
overhead
untuk perbaikan jembatan darurat dan mobilisasi material, biaya konstruksi melonjak hingga mencapai Rp10 miliar per kilometer.
Baca Juga:
Jalan Rusak Parah, Warga Sepauk Sintang Gotong Royong Tambal Lubang Lumpur dengan Kayu
Meski menghadapi tantangan biaya dan medan yang berat, Gubernur menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
"Meskipun demikian, saya menekankan pentingnya memaksimalkan bagian fungsional agar masyarakat terlayani dengan baik, terutama dalam menyambut momen Nataru dan agar suplai material untuk pekerja yang berada di ujung ruas jalan tetap dapat masuk," pungkasnya.
(rfa/ica)
Tag:
#infrastruktur sintang
#Gubernur Ria Norsan
#Perbaikan Jalan Kalbar
#Info Nataru
#Berita Sintang Hari Ini
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.