Gubernur Ria Norsan Resmikan Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah Sintang
Faktakalbar.id, SINTANG
- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar),
Ria Norsan
, meresmikan Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah Sintang. Peresmian tersebut berlangsung pada Minggu (14/12/2025). Peresmian ditandai dengan penandatanganan
prasasti
oleh Gubernur Kalbar, menandai langkah strategis penguatan ekosistem ekonomi syariah di wilayah
Hulu Kalbar
.
Peningkatan status kantor cabang di Kota Sintang menjadi Kantor Cabang Bank Kalbar Syariah resmi dilakukan. Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bank Kalbar. Ia menekankan agenda ini memperkuat
Ekonomi Syariah Kalbar
.
"Peningkatan status kantor cabang ini mencerminkan komitmen Bank Kalbar untuk terus meningkatkan pelayanan, mendekatkan akses pembiayaan bagi masyarakat, serta menghadirkan produk yang lebih kompetitif dan inklusif," kata Norsan.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk membesarkan Bank Kalbar.
"Bank Kalbar adalah Bank Kite, Punye Kite,"
ujarnya. Gubernur juga menyoroti peran Bank Kalbar Syariah sebagai alternatif.
Baca Juga:
Kepemimpinan Diakui Nasional, Dirut Bank Kalbar Rokidi Dinobatkan Sebagai CEO Bankers of the Year 2025
Ia menjelaskan bahwa Bank Kalbar Syariah hadir untuk masyarakat dan memberikan kontribusi, salah satunya melalui konsep kongsi-kongsi bagi untung atau bagi hasil dengan sistem
mudharabah
, yang
"dibenarkan 1000% oleh agama"
.
Gubernur memberikan jaminan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait keamanan dana masyarakat.
"Kami Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan, keamanan dana Bapak Ibu sekalian, masyarakat Kalimantan Barat yang tersimpan di Bank Kalbar. Kalau ada hal-hal yang seandainya terjadi, ya mungkin ada sedikit eror mungkin di Bank Kalbar, ini adalah tanggung jawab kami dan tidak usah khawatir masyarakat uangnya tetap kami pertanggungjawabkan. Perlu diketahui, Direktur Utama Bank Kalbar, Bapak Rokidi, adalah putra asli Sintang yang sudah sewajarnya kembali untuk membangun Sintang, bukan hanya orangnya, tetapi melalui program-programnya,” jelasnya.
Acara peresmian ini diakhiri dengan pesan dari Gubernur. "Mari kita besarkan Bank Kalbar. Kalau ada uang, jangan simpan di bawah bantal, mari kita simpan di Bank Kalbar.
Muda menabung, tua beruntung," seraya menegaskan bahwa membesarkan Bank Kalbar berarti ikut memajukan perekonomian di Kalimantan Barat.
Baca Juga:
Waspada Modus Phishing, Bank Kalbar Minta Nasabah Jangan Asal Klik Tautan
Direktur Utama Bank Kalbar
Rokidi
menyampaikan laporan bahwa peningkatan status ini menjamin layanan syariah yang optimal di Sintang. Cabang ini didirikan di lokasi strategis pusat pemerintahan dan bisnis di Sintang.
"Sebelumnya, Bank Kalbar Syariah telah membuka jaringan pertamanya di Sintang, yaitu KCP Syariah, sekitar 13 tahun yang lalu (tahun 2012). Peresmian ini merealisasikan rencana yang awalnya akan dilaksanakan pada Jumat sebelumnya, namun diundur ke hari Minggu," ujarnya.
Dirut Bank Kalbar juga mengumumkan rencana ekspansi ke wilayah Hulu Kalbar di tahun mendatang. Pada tahun 2026, Bank Kalbar Syariah berencana mengupayakan pembukaan kantor cabang pembantu di Melawi dan Putussibau.
"Rencana ini sejalan dengan orientasi manajemen untuk memajukan wilayah Hulu, dengan pernyataan: 'Hulu harus maju. Tidak boleh kalah dari Hilir'," terangnya. Saat ini, Bank Kalbar Syariah memiliki lima kantor cabang dan tiga kantor cabang pembantu.
Sementara itu, Kepala
Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Kalimantan Barat Rochma Hidayati menegaskan komitmen memperkuat sinergi.
"Bersama kita perkuat sinergi, mendukung ketahanan ekonomi Kabupaten Sintang," ujar Rochma.
Rochma menyoroti bahwa pembukaan cabang di Sintang ini adalah penguatan struktur penting. Pembukaan ini untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perbankan syariah, terutama di wilayah hulu.
Baca Juga:
Bank Kalbar Raih Penghargaan The Best Indonesia Annual Report Award 2025
Ia juga menyoroti adanya anomali dalam produk perbankan syariah terkait literasi dan inklusi keuangan.
"Sebetulnya yang perlu kita ketahui, produk konvensional (Non-Syariah) tingkat inklusi (penggunaan produk) tinggi, namun tingkat literasi (pemahaman) lebih rendah. Masyarakat cenderung 'membeli dulu baru tahu' produknya, seperti pada paylater dan pinjol," paparnya.
Rochma menyebut, peningkatan jumlah cabang di wilayah hulu diharapkan dapat memudahkan masyarakat menjangkau layanan syariah.
"Tantangan utama yang dihadapi di Kalimantan Barat adalah pangsa pasar (market share) bank syariah yang masih rendah, yakni hanya sekitar 10% dibandingkan bank konvensional. OJK mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berupaya meningkatkan pangsa pasar ini, dengan target minimum yang realistis adalah mencapai 15%," pungkasnya.
(*Red)
Tag:
#Sintang
#OJK Kalbar
#Gubernur Ria Norsan
#perbankan syariah
#Bank Kalbar Syariah Sintang
#Ekonomi Syariah Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.