faktakalbar

Harga BBM Subsidi di Dedai Sintang Rp14.000 per Liter, Humas Polda Kalbar: Aslinya Rp10.500

Penulis: Redaksi Saturday, 12 April 2025 📖 1 menit
Harga BBM Subsidi di Dedai Sintang Rp14.000 per Liter, Humas Polda Kalbar: Aslinya Rp10.500
Faktakalbar.id, SINTANG – Dugaan penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite di depan SPBU Kelam Permai, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang , mencuat di media sosial X. Sejumlah pengguna mengadu melalui kolom komentar akun @BidhumasKalbar, Kamis (10/04/2025), dan meminta aparat segera turun tangan. Warganet mengeluhkan harga Pertalite yang melonjak hingga Rp14.000 per liter di beberapa kios, jauh dari harga subsidi resmi. Baca juga : Viral di Medsos! Diduga Ada Penimbunan BBM di SPBU Sungai Tebelian, Ini Kata Polres Sintang Menanggapi aduan tersebut, Humas Polda Kalbar menyatakan bahwa Polres Sintang langsung melakukan pengecekan ke lapangan pada Jumat (11/04/2025), tepatnya di Desa Samak, Kecamatan Dedai. https://twitter.com/BidhumasKalbar/status/1910571237409251650 “Tidak ditemukan aktivitas penimbunan BBM subsidi. Kios-kios yang diperiksa hanya menjual Pertalite dengan harga Rp10.500 per liter,” jelas pihak Humas Polda Kalbar dalam pernyataan resminya. Namun, hasil tersebut berbeda dengan temuan tim Faktakalbar.id yang melakukan pengecekan langsung di lapangan. Tim mendapati harga bensin di sejumlah kios dijual antara Rp12.000 hingga Rp14.000 per liter. Ketika ditanya kepada warga sekitar apakah ada kios yang menjual dengan harga Rp10.500, mereka justru tampak bingung. “Paling murah ya Rp12.000, itu pun susah dapat,” kata salah seorang warga. Perbedaan informasi antara temuan aparat dan kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan: siapa yang benar dan siapa yang harus dipercaya? Faktakalbar.id akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan mengabarkan jika ada informasi terbaru.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK