Harga Daging Sapi Impor Lebih Murah, Pedagang Lokal Pasar Tradisional Masuka Sintang Sepi Pembeli
Faktakalbar.id, SINTANG
– Menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 1446 H para pedagang daging sapi lokal di Pasar Tradisional Masuka, Sungai Durian, Sintang, justru mengeluhkan sepi pembeli.
Para penjual daging sapi segar mengeluhkan penurunan jumlah pembeli dikarenakan harga daging sapi impor yang lebih murah dibanding daging sapi segar.
Padahal sebelumnya lonjakan pembeli daging sapi segar begitu banyak menjelang hari raya.
Baca juga
:
Pemerintah Impor 180 Ribu Ton Daging Sapi untuk Stabilkan Harga Jelang Idulfitri 2025
Sarjono, salah satu pedagang daging sapi segar, mengatakan bahwa harga daging sapi sudah menurun namun masyarakat tetap lebih memilih untuk membeli daging sapi impor.
“Kalo daging segar kita jual 150.000/kg jak itupun kalo ada yang mau beli 140.000/kg masih kita jual. Beda harganya mau sekitar 50an dengan daging impor,”
ungkapnya pada Rabu, (26/03/2025).
Baca juga
:
Menjelang Lebaran 2025, Harga Bahan Pokok di Sambas Stabil
Ia juga menjelaskan jika para pedagang daging sapi lokal tidak masalah dengan penjual daging sapi impor asal pedagang tersebut mau memberi batas waktu penjualan agar penjual daging sapi lokal juga bisa mendapatkan pelanggan.
“Sebenarnya kamek dak gak yang gimana-gimana asal bisa kasi waktu jak dengan kamek. Misal dia tutup jam 7 pagi kan ada peluang untuk kamek yang dalam sini, ini kan buka sampai sore. Dia buka paling awal dan tutup paling akhir sedangkan agennya kan berada di luar pasar, di depan agik,”
jelasnya dengan nada sedikit meninggi.
Baca juga
:
Mengenal Rumah Adat Dayak di Pelanjau Tebas Sambas, Warisan Budaya Dayak Salako
Sarjono berharap pemerintah dapat membantu mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Menurutnya, jika kondisi ini berlarut-larut akan mematikan usaha para pedagang sapi lokal di Pasar Tradisional Masuka dikarenakan harga daging impor di agen dijual jauh lebih murah.
“Inilah yang kita harap dari pemerintah bagaimana mengatasi masalah ini, kalo masih pasar lama dulu kan daging itu dak ada, masih aman, usaha kita pun dak susah benar,”
tutupnya. (vk)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.