faktakalbar

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Akibat Permintaan Melemah

Penulis: Redaksi Monday, 15 September 2025 📖 2 menit
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Akibat Permintaan Melemah
Faktakalbar.id, NASIONAL - Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 304.K/MG.03/MEM.M/2025, ICP Agustus 2025 ditetapkan sebesar 66,07 dolar AS per barel. Angka ini turun drastis dari harga bulan sebelumnya yang mencapai 68,59 dolar AS per barel. Baca Juga: Kementerian ESDM Resmi Legalkan Sumur Minyak Rakyat, Pelaku UMKM Wajib Siapkan Modal Miliaran Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan beberapa faktor utama di balik penurunan ini. “Potensi perlambatan ekonomi global akibat pengenaan tarif AS ke sejumlah negara juga berperan dalam memperlemah harga minyak mentah,” ungkap Laode di Jakarta. Penurunan harga ini juga didorong oleh kombinasi peningkatan produksi dari Amerika Serikat dan OPEC+, yang menciptakan surplus pasokan. Bersamaan dengan itu, permintaan minyak melemah seiring dengan berakhirnya musim panas atau summer driving season di banyak negara. Laode menambahkan, proyeksi peningkatan produksi minyak juga datang dari AS dan Tiongkok. Produksi AS diperkirakan naik 0,3 juta barel per hari, sementara Tiongkok diproyeksikan naik 34 ribu barel per hari. Baca Juga: Update Harga BBM Awal September: Bensin Swasta Naik, Pertalite Stabil, Dexlite Turun Kebijakan AS dan Kekhawatiran Ekonomi Global Pengaruhi Pasar Faktor lain yang signifikan adalah kebijakan pengenaan tarif impor oleh AS. Laode menjelaskan bahwa AS menaikkan tarif impor untuk India menjadi 50 persen sejak 27 Agustus 2025. “Hal ini karena India tetap melakukan impor minyak dari Rusia, yang membuat pasar khawatir akan stabilitas ekonomi India sebagai salah satu negara konsumen minyak,” kata Laode. Selain itu, pasar juga dilanda kekhawatiran terkait rencana Presiden AS untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve AS. Langkah ini dikhawatirkan dapat mengakhiri independensi Bank Sentral AS, yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan harga, kenaikan suku bunga, dan gejolak ekonomi, baik di AS maupun secara global. Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Usai Data Ketenagakerjaan AS Tunjukkan Performa Positif Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kehati-hatian kilang-kilang di India dalam membeli minyak mentah dari Rusia. Mereka lebih memilih untuk membeli minyak dari negara-negara Barat sebagai respons terhadap tambahan tarif dagang yang diterapkan oleh AS. Beberapa kilang di Asia juga memasuki masa pemeliharaan, yang turut menekan konsumsi minyak di kawasan tersebut. Berikut adalah perbandingan harga rata-rata minyak mentah utama pada Agustus 2025 dibandingkan Juli 2025: Dated Brent: Turun dari $70,99 menjadi $68,21 per barel. WTI (Nymex): Turun dari $67,24 menjadi $64,02 per barel. Brent (ICE): Turun dari $69,55 menjadi $67,26 per barel. Basket OPEC: Turun dari $70,95 menjadi $69,69 per barel. Rata-rata ICP: Turun dari $68,59 menjadi $66,07 per barel. Baca Juga: Pemerintah Legalkan Pengeboran Sumur Minyak Rakyat, Pertamina dan KKKS Wajib Serap Produksi (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK