faktakalbar

Hilang Sejak Selasa, Anak 4 Tahun di Sanggau Diduga Terjatuh ke Sungai Sekayam

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 2 menit
Hilang Sejak Selasa, Anak 4 Tahun di Sanggau Diduga Terjatuh ke Sungai Sekayam
Faktakalbar.id, SANGGAU – Kepolisian Sektor (Polsek) Kembayan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau melakukan pencarian intensif terhadap Kenza Alfaro. Bocah laki-laki ini dilaporkan sebagai Anak 4 Tahun Hilang sejak Selasa (3/2/2026) di Dusun Jemongko, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan. Baca Juga: Dua Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Silat Hilir Laporan resmi kehilangan diterima pihak kepolisian pada Rabu (4/2/2026) malam dari ibu kandung korban, Regina Rini (38). Laporan tersebut dibuat setelah upaya pencarian mandiri yang dilakukan keluarga dan warga sekitar selama lebih dari 24 jam tidak membuahkan hasil. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Kenza terakhir kali terlihat pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orang tuanya. Kekhawatiran keluarga memuncak ketika sang anak tak kunjung pulang hingga sore hari, memicu pencarian di lingkungan sekitar. Petunjuk Pakaian di Tepi Sungai Titik terang mengenai dugaan lokasi hilangnya korban muncul pada Rabu siang. Warga menemukan sehelai pakaian anak kecil tergeletak di tepian Sungai Sekayam. Setelah dikonfirmasi, ibu korban memastikan bahwa pakaian tersebut adalah milik anaknya. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa Anak 4 Tahun Hilang tersebut terjatuh atau terseret arus sungai. Kapolsek Kembayan, Iptu Hudson Siahaan, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dan adanya temuan barang bukti di pinggir sungai. “Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kembayan dan BPBD Kabupaten Sanggau untuk melakukan pencarian lanjutan, mengingat adanya temuan pakaian korban di sekitar Sungai Sekayam,” ujarnya. Respons cepat ditunjukkan oleh tim BPBD Kabupaten Sanggau yang tiba di lokasi pada Rabu sore dengan membawa perlengkapan taktis, termasuk dua unit perahu karet. Setelah apel konsolidasi, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, BPBD, dan masyarakat langsung menyisir aliran Sungai Sekayam. Baca Juga: Tangan Tersangkut Tali, Bocah 11 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Kapuas Fokus pencarian dilakukan dengan penyisiran air menggunakan perahu karet serta pengamatan visual di sepanjang tepian sungai yang dianggap rawan. Kapolsek menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dimaksimalkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Keselamatan anak menjadi prioritas utama kami,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lapangan untuk melacak keberadaan korban. (Ariya)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK