faktakalbar

Bertemu Prabowo 2 Jam, Ignasius Jonan: "Saya Nggak Diminta Masukan Soal Whoosh"

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 November 2025 📖 1 menit
Bertemu Prabowo 2 Jam, Ignasius Jonan: "Saya Nggak Diminta Masukan Soal Whoosh"
Faktakalbar.id, NASIONAL – Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan , membantah telah membahas polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (03/11/2025). Padahal, Jonan dikenal sebagai salah satu sosok yang paling vokal menentang proyek tersebut saat dirinya masih menjabat. Pertemuan antara Jonan dan Prabowo berlangsung cukup lama, yakni selama dua jam. Jonan tiba di Istana pukul 15.34 WIB dan baru keluar pada pukul 18.20 WIB. Baca Juga:  Di Tengah Polemik Utang, Luhut Klaim Whoosh Sudah Mampu Tutup Biaya Operasional "Enggak, enggak (bahas kereta cepat). Enggak, saya nggak diminta masukan kok soal itu," kata Jonan usai pertemuan. Jonan berdalih , kedatangannya ke Istana hanya untuk berbagi cerita dan berdiskusi sebagai rakyat biasa mengenai program-program kerakyatan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, hingga pengembangan BUMN. "Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan diskusi dan menerima lah beberapa masukan. Juga program-program yang sifatnya itu kerakyatan," bebernya. Saat didesak mengenai pandangannya terkait proyek Whoosh yang kini terlilit utang besar, Jonan konsisten menolak berkomentar. "Nggak ada, saya udah pensiun, saya nggak akan nyampaikan pendapat lah. Wong saya udah pensiun, nggak punya kewenangan kok," bantahnya. Ia juga mengeklaim bahwa Presiden Prabowo tidak menanyakan pandangannya mengenai proyek yang merugi triliunan rupiah tersebut. "Saya kira kalau, saya nggak tahu ya, soal Whoosh sih beliau nggak tanya ke saya pandangannya apa segala, nggak. Saya pikir sih, mestinya beliau kan pasti punya kebijakan sendiri ya mengenai ini," tandasnya. Sebagai informasi, saat menjabat sebagai Menhub di periode pertama Presiden Joko Widodo, Jonan terkenal keras menolak pembangunan kereta cepat. Ia mengharamkan penggunaan dana APBN dan menolak memberikan izin trase karena masalah konsesi yang dinilai tidak sesuai UU Perkeretaapian. Baca Juga:  Jokowi Bela Whoosh, Sebut Kerugian Macet Jabodetabek Tembus Rp 100 Triliun (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK