faktakalbar

Intensitas Hujan Tinggi, Kecamatan Ketungau Tengah Sintang Dilanda Banjir Besar

Penulis: Redaksi Saturday, 22 March 2025 📖 2 menit
Intensitas Hujan Tinggi, Kecamatan Ketungau Tengah Sintang Dilanda Banjir Besar
Faktakalbar.id, SINTANG - Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, kembali mengalami banjir besar akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis malam (20/3/2025). Salah satu desa yang terdampak paling parah adalah Desa Wirayuda, Nanga Merakai , di mana air naik dengan cepat dalam semalam dan merendam permukiman warga. Banjir kali ini melanda beberapa titik lokasi, termasuk RT 1, RT 3 hingga RT 5 yang berada di tepi sungai serta RT 7 dan RT 10 yang merupakan dataran rendah. Selain itu, beberapa desa di hulu Nanga Merakai juga ikut terdampak akibat meluapnya sungai setempat. [caption id="attachment_27761" align="alignleft" width="250"] Kondisi Perumahan Warga Terendam Banjir di Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Foto: (Dok. istimewa)[/caption] Baca Juga:  Banjir Terjang Kapuas Hulu, Warga Gunakan Sampan untuk Beraktivitas Banjir Ketungau Tengah Sintang Lebih Parah dari Sebelumnya Seorang warga setempat, Risma, mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan kejadian sebelumnya. “Semalam dari malam sampai pagi hujan deras, lalu sekitar pukul 03.30 WIB air sudah masuk ke rumah. Saat pagi, ketinggian air sudah mencapai betis,” ujarnya pada Jumat (21/3/2025). Menurut Risma, kedalaman air bervariasi di setiap lokasi tergantung kontur tanah. “Di depan rumah saya baru selutut, tapi di dapur sudah hampir setinggi dada orang dewasa. Di daerah Senangan Kecil dan sekitar Jembatan SMAN 01, air sudah mencapai dada. Sementara di Koramil kemarin sepinggang, dan sekarang naik lebih tinggi lagi,” jelasnya. [caption id="attachment_27765" align="alignleft" width="250"] Kondisi Perumahan Warga Terendam Banjir di Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Foto: (Dok. istimewa)[/caption] Baca Juga:  Banjir Rendam Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu, Akses Jalan Lumpuh Total Ia menambahkan bahwa banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut. “Karena hujan deras dan intensitasnya tinggi, air sungai naik lebih cepat dari biasanya,” katanya. Selain merendam rumah, banjir ini juga menyebabkan kerugian ekonomi bagi warga. Banyak yang harus mengungsi dan tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk usaha kecil. “Saya tidak bisa buka toko, pendapatan terhenti. Rumah juga rusak kena banjir, ditambah harus bayar orang buat bantu angkut barang,” keluh Risma. Hingga saat ini, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang mereka sambil menunggu surutnya air. Pemerintah setempat diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak. (Vk)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK