Jelang Imlek dan Lebaran, Wali Kota Singkawang Fokus Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg
Faktakalbar.id, SINGKAWANG –
Pemerintah Kota Singkawang
memperketat pengawasan terhadap distribusi kebutuhan energi masyarakat menjelang rentetan hari besar keagamaan di tahun 2026.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa pihaknya memberikan atensi khusus terhadap potensi kenaikan harga maupun kelangkaan LPG 3 kg.
Baca Juga:
Kebutuhan Energi Meningkat, Hiswana Migas Dorong Penyesuaian Kuota BBM dan LPG di Kalbar
Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat Kota Singkawang akan menghadapi momentum besar secara berurutan, mulai dari Tahun Baru Imlek, bulan puasa Ramadan, hingga Hari Raya Idulfitri.
Pada momen-momen tersebut, permintaan masyarakat terhadap gas melon bersubsidi biasanya mengalami peningkatan signifikan.
Koordinasi Lintas Sektoral
Tjhai Chui Mie memastikan pemerintah kota tidak akan tinggal diam.
Pihaknya berkomitmen melakukan berbagai upaya pencegahan agar distribusi gas tetap lancar dan tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Ini pasti akan menjadi perhatian kami sebagai pemerintah ini, jangan sampai itu terjadi," Ujarnya, Senin (19/1/2026).
Sebagai langkah taktis, Pemerintah Kota Singkawang segera menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam rantai distribusi.
Konsolidasi ini akan melibatkan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), agen pangkalan, hingga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
"Nanti kita akan rapatkan baik dengan sesama di SPBE, kemudian pangkalan, kemudian tentunya dengan provinsi," ungkapnya.
Atensi Pemerintah Pusat
Lebih lanjut, Tjhai Chui Mie menjelaskan bahwa isu ketersediaan kelangkaan LPG 3 kg juga menjadi sorotan pemerintah pusat.
Hal ini tercermin dalam agenda rutin mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Baca Juga:
Gas 3 Kg Langka di Sintang, Harga Tembus Rp100 ribu
Dalam pertemuan rutin tersebut, pembahasan tidak hanya berkutat pada pengendalian inflasi dan ketersediaan sembako, tetapi juga memastikan keamanan pasokan energi untuk rumah tangga.
"Kita akan antisipasi itu, karena ini juga jadi atensinya dari Kementerian Dalam Negeri yang selalu introduksikan kami setiap Senin juga rapat soal inflasi, soal sembako, kemudian ini, LPG juga," terangnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Wali Kota berharap stabilitas harga dan stok di pasaran dapat terjaga.
Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga daya beli dan kenyamanan masyarakat Singkawang dalam merayakan hari besar keagamaan.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.