faktakalbar

Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sanggau Nyaris Roboh, Warga Khawatir Timbulkan Korban

Penulis: Redaksi Wednesday, 29 April 2026 📖 2 menit
Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sanggau Nyaris Roboh, Warga Khawatir Timbulkan Korban
Faktakalbar.id, SANGGAU - Jembatan utama penghubung di Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau , mengalami kerusakan berat, nyaris roboh dan membahayakan keselamatan warga. Jembatan ini menghubungkan Kampung Sepona dan Kampung Menjaya serta menjadi akses utama, mengingat jalur alternatif yang tersedia memerlukan waktu tempuh lebih dari dua jam. Jembatan yang melintasi Sungai Engkakal anak sungai kapuas tersebut menjadi penghubung vital antara Kampung Sepona dan Kampung Menjaya. Selain menopang mobilitas harian warga, jembatan itu juga dilalui anak-anak menuju sekolah serta masyarakat yang beraktivitas ekonomi. Baca Juga:  Rugikan Perusahaan Rp208 Juta, Sales Ditetapkan Tersangka Kasus Penggelapan di Tayan Hulu Sanggau Alternatif lain sebenarnya tersedia, namun warga harus memutar dengan waktu tempuh lebih dari dua jam. Kondisi ini membuat jembatan tersebut tetap digunakan meski dalam keadaan rusak berat. Tokoh masyarakat setempat, Suhardi, mengatakan kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan berarti. “Ini jembatan penghubung utama antar kampung. Apakah harus menunggu korban dulu baru diperbaiki?” ujarnya. Sejumlah warga juga mengingatkan risiko yang semakin besar. Getaran jembatan disebut makin terasa setiap kali dilintasi, sementara tiang penyangga di bawahnya banyak yang sudah patah. “Sekarang makin kuat goyangnya. Kalau belum ada perbaikan darurat, siapa pun bisa jadi korban,” kata ucup seorang warga. “Memang ada jalan alternatif, tapi jaraknya jauh dan bisa memakan waktu kurang lebih dua jam. Jadi mau tidak mau warga tetap lewat jembatan ini meski kondisinya sudah sangat berbahaya,” ujar ucup lagi. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, setidaknya melakukan penanganan darurat untuk menjamin keselamatan pengguna. Infrastruktur dasar seperti ini, bagi warga, bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa. Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp terkait kondisi jembatan dan rencana penanganannya. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan. Di tengah kebutuhan mendesak warga, lambannya respons tersebut seolah menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di wilayah pedalaman kerap baru mendapat perhatian setelah menjadi sorotan, atau lebih buruk lagi, setelah menimbulkan korban. Baca Juga:  Sambut Gawai Padi 2026, Warga Tunggul Boyok Gelar Turnamen Mini Soccer di Sanggau (Joni)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK