faktakalbar

Jimot Lulun, 'Permata Tersembunyi' Kuliner Sekadau yang Didorong Jadi Ikon Gastronomi Kalbar

Penulis: Redaksi Tuesday, 18 November 2025 📖 1 menit
Jimot Lulun, 'Permata Tersembunyi' Kuliner Sekadau yang Didorong Jadi Ikon Gastronomi Kalbar
Faktakalbar.id, SEKADAU - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata ( Disporapar ) Kalimantan Barat (Kalbar) membidik pengembangan wisata gastronomis dengan mengangkat kembali potensi kuliner lokal yang nyaris terlupakan. Salah satu fokus utamanya adalah "Jimot Lulun", kue tradisional khas Desa Kumpang Ilong , Kabupaten Sekadau , Selasa (18/11/25). Baca Juga:   42 Tim Berlaga di Pontianak Dragon Boat Race 2025, Disporapar Targetkan Masuk Kalender Event Nasional Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari , bersama Ketua Dekranasda Sekadau Magdalena Susilawati Aron, turun langsung ke lapangan untuk menjajal proses pembuatan kue unik ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkenalkan kuliner berbasis budaya lokal sebagai daya tarik wisata unggulan. Jimot Lulun sendiri bukanlah sekadar camilan biasa. Makanan khas suku Mualang ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020. Keunikannya terletak pada cita rasa bahan-bahan alami yang diolah dengan metode tradisional. Jimot Lulun memiliki nilai sakral karena biasanya hanya disajikan pada momen penting seperti Gawai Dayak, upacara penyambutan tamu kehormatan, hingga ritual adat sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan. Baca Juga:   “Road to Pingpong” Cara Unik Disporapar Meriahkan HUT Pontianak di Tengah Keramaian CFD Windy menegaskan bahwa kuliner tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Kalbar. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan bahwa wisata di Kalbar bukan hanya soal alam, tapi juga tentang cita rasa dan budaya yang hidup di masyarakat,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa pelestarian kuliner daerah seperti Jimot Lulun dapat menjadi pintu masuk strategis dalam penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal. (Ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK