faktakalbar

Meningkatnya Jumlah Remaja Stres di Sintang, Ini Cara Efektif Mengurangi Stres

Penulis: Redaksi Thursday, 01 May 2025 📖 2 menit
Meningkatnya Jumlah Remaja Stres di Sintang, Ini Cara Efektif Mengurangi Stres
Faktakalbar.id, SINTANG – Meningkatnya jumlah remaja yang mengalami gangguan emosional atau gejala stres di Sintang menjadi perhatian serius. Psikolog RSJ Sudiyanto Sintang, Noverita Siboro, memaparkan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk meringankan remaja stres Sintang. Noverita menjelaskan bahwa remaja berada dalam fase paling rentan terhadap stres karena pengaruh biologis dan lingkungan, baik dari keluarga maupun sekolah. Baca juga:  Peringatan Hardiknas 2025 di Sintang Wajibkan Peserta Upacara Pakai Pakaian Adat “Remaja ini kan fase yang paling kritis ya, fase yang kita bilang dia anak-anak tapi badannya kayak orang dewasa, tapi pola pikirnya masih anak-anak. Jadi mereka ini ya harus penuh pendampingan orang tua,” ujar Noverita. Berikut tujuh langkah yang disarankan untuk mengurangi gejala stres pada remaja. 1. Memanajemen Waktu Belajar Remaja perlu menyusun waktu belajar dengan skala prioritas agar tidak mengalami tekanan berlebihan akibat pelajaran sekolah. “Mereka menyusun waktu prioritas kapan belajar, istirahat, bermain, sosialisasi dengan teman sebaya, atau mengekspresikan bakat,” jelasnya. 2. Relaksasi Latihan pernapasan atau momen hening sejenak sangat membantu menjaga kestabilan emosi saat puncak stres datang. 3. Olahraga Olahraga rutin mampu memicu hormon dopamine, atau hormon bahagia, yang berperan besar dalam meredakan stres. 4. Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan Menonton film, mendengarkan musik, atau menjalani hobi bersama teman dan keluarga dapat mengusir rasa jenuh yang memicu stres. 5. Pola Hidup Sehat dan Hindari Tidur Larut Pola tidur yang cukup, makanan bergizi, dan membatasi penggunaan ponsel atau media sosial sangat membantu mencegah stres. 6. Belajar Mengekspresikan Emosi Remaja perlu didorong untuk bercerita dan mengekspresikan perasaan mereka kepada orang yang dipercaya, termasuk orang tua. “Berbicara dengan teman yang dia percaya atau keluarga. Orang tua harus bisa menjalin komunikasi yang lancar agar anak nyaman bercerita,” kata Noverita. 7. Mencari Bantuan Profesional Jika gejala stres tak tertangani secara mandiri, remaja bisa menghubungi profesional seperti psikiater, guru BK, rumah sakit, atau puskesmas terdekat. Di akhir pesannya, Noverita mengimbau orang tua untuk lebih mendengarkan dan memahami persoalan anak, tanpa langsung menghakimi. “Karena kalau langsung menghakimi, anak jadi tidak nyaman untuk kembali bercerita,” tutupnya. (jn) Baca juga:  Logo Baru Hari Jadi ke-663 Sintang Simbolkan Kebersamaan dan Identitas Lokal

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK