Kabut Asap Semakin Parah, Sekolah di Pontianak Kembali Daring
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi seluruh siswa PAUD/TK, SD, hingga SMP mulai Senin (24/8/2026) akibat kualitas udara yang kian memburuk pascabencana kabut asap karhutla.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi seluruh siswa PAUD/TK, SD, hingga SMP mulai Senin (24/8/2026) akibat kualitas udara yang kian memburuk pascabencana kabut asap karhutla.
Kebijakan penghentian sementara aktivitas belajar tatap muka tersebut diambil guna melindungi kesehatan para murid dari paparan polusi udara.
Untuk jenjang SMA dan SMK, kebijakan pembelajaran sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membenarkan penyesuaian sistem belajar bagi sekolah-sekolah di bawah naungan pemerintah kota tersebut.
“Kita sudah mulai meliburkan kembali anak sekolah dari TK sampai SMP. Kalau SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi,” ujarnya pada Minggu (23/8/2026).
Pemberlakuan sekolah daring ini didasari oleh edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak tertanggal 21 Agustus 2026.
Edaran tersebut menginstruksikan sekolah menggelar pembelajaran daring jika kualitas udara mencapai level sangat tidak sehat atau berbahaya.
Aktivitas tatap muka di kelas baru diperbolehkan kembali apabila Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah turun ke kategori sedang.
Pihak sekolah diminta memfasilitasi sistem belajar sinkronus maupun asinkronus dengan mempertimbangkan keterbatasan akses internet para siswa.
Khusus untuk murid PAUD dan TK, proses pembelajaran dijalankan melalui kolaborasi panduan belajar mandiri bersama orang tua di rumah.
Orang tua imbau ketat untuk mendampingi anak dan memastikan penggunaan masker jika terpaksa keluar rumah.
Selain meliburkan sekolah, sejumlah agenda publik yang melibatkan kerumunan massa di luar ruangan juga resmi ditunda.
Pemerintah berharap intensitas hujan dapat segera meningkat agar kondisi udara kembali normal dan siswa dapat belajar di sekolah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.