faktakalbar

Kadar Garam Air Baku Melonjak 5.000 mg/L Pasokan Air Medis Rumah Sakit Pontianak Kritis

Faktakalbar.id - Kenaikan kadar garam air baku akibat intrusi air laut di Kota Pontianak kini mulai mengancam operasional layanan kesehatan rumah sakit. Sumber air baku daerah tersebut tercatat memiliki kadar garam mencapai sekitar 5.000 milligram p…

Penulis: Natash Wednesday, 02 September 2026 📖 2 menit
Kadar Garam Air Baku Melonjak 5.000 mg/L Pasokan Air Medis Rumah Sakit Pontianak Kritis
Kondisi sumber air baku Kota Pontianak yang terkontaminasi intrusi air laut hingga mengganggu operasional layanan cuci darah di rumah sakit. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kenaikan kadar garam air baku akibat intrusi air laut di Kota Pontianak kini mulai mengancam operasional layanan kesehatan rumah sakit.

Sumber air baku daerah tersebut tercatat memiliki kadar garam mencapai sekitar 5.000 milligram per liter.

Kondisi pasokan air tawar di wilayah Kota Pontianak saat ini dinilai semakin terbatas akibat fenomena alam tersebut.

Air baku berkadar garam tinggi tersebut resmi dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dasar untuk kebutuhan medis tertentu.

Salah satu fasilitas penting yang terkena dampak langsung dari krisis air bersih ini adalah layanan hemodialisis.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi membenarkan terjadinya krisis pasokan air tawar bersih tersebut.

“Stok air tawar Kota Pontianak sudah sangat minim karena air baku yang diolah saat ini berkadar garam tinggi dan tidak memenuhi syarat untuk hemodialisis,” ujar Zulhiyardi.

Dampak intrusi air laut ini membahayakan keselamatan pasien yang membutuhkan perawatan medis secara rutin.

Pengolahan air PDAM konvensional saat ini kesulitan menyaring kandungan garam yang terlalu tinggi pada aliran sungai.

Ketersediaan air khusus medis menjadi perhatian utama di tengah memburuknya kualitas pasokan air minum daerah.

Upaya penanganan krisis ini membutuhkan langkah darurat demi menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Pontianak.

Kelangkaan air tawar medis memaksa pengelola fasilitas kesehatan mencari alternatif penyaringan air darurat.

Pihak akademisi dari Universitas Tanjungpura kini mulai dilibatkan untuk menangani masalah ketersediaan air baku tersebut.

Tim ahli menyiapkan perangkat khusus berupa sistem filtrasi demi menyaring kadar garam pada sumber air baku.

Wakil Rektor IV Universitas Tanjungpura, Rustamaji menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam membantu penanganan krisis air ini.

“UNTAN siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. Rancang bangun alat Reverse Osmosis kami sudah siap dan tinggal dimobilisasi ke pihak Perumda,” jelasnya.

Dukungan teknis dari akademisi sangat dibutuhkan agar fasilitas medis tetap berfungsi secara optimal tanpa hambatan.

Masyarakat dan pengelola rumah sakit berharap krisis air asin ini dapat segera teratasi dengan solusi darurat tersebut.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kadar garam pada aliran sumber air baku secara berkala.

Penanganan cepat menjadi kunci utama agar layanan cuci darah di rumah sakit tidak terhenti total.

Pengujian kualitas air bersih terus dilakukan demi memastikan keamanan penggunaan air pada fasilitas kesehatan.

Keselamatan pasien medis menjadi prioritas utama dalam penanggulangan dampak intrusi air laut di wilayah pesisir.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK