faktakalbar

Pengamanan Terpadu di Pusat Keramaian Singkawang Jelang Perayaan Cap Go Meh

Penulis: Redaksi Sunday, 15 February 2026 📖 2 menit
Pengamanan Terpadu di Pusat Keramaian Singkawang Jelang Perayaan Cap Go Meh
Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Polres Singkawang mengerahkan 900 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan wilayah, terutama karena perayaan tahun ini bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Baca Juga: Jamin Kondusivitas, Polda Kalbar Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks Jelang Imlek Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, menjelaskan bahwa pengamanan diperketat seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus wisatawan. Pihaknya mewaspadai berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah padatnya jadwal perayaan budaya tersebut. “Perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh aparat keamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujar Dody, Sabtu (14/2/2026). Kekuatan pengamanan terdiri dari 150 personel Polres Singkawang yang diperkuat oleh BKO Polda Kalbar. Selain kepolisian, pengamanan juga melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Singkawang, Jasa Raharja, hingga organisasi kemasyarakatan setempat. Strategi Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang ini dipusatkan pada titik-titik vital, termasuk tempat ibadah, lokasi kegiatan budaya, pusat keramaian, serta jalur lalu lintas utama. Polisi menerapkan pola pengamanan terpadu dengan pendekatan yang tetap humanis bagi warga maupun wisatawan. “Kami menyiapkan pengamanan terpadu, termasuk patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan, untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya. Menjaga Citra Kota Toleran Mengingat jadwal perayaan Imlek dan Ramadhan 2026 yang berdekatan, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi. Singkawang yang selama ini dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia diharapkan tetap harmonis dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif. “Kita menyadari bahwa perayaan Imlek dan Bulan Suci Ramadhan waktunya sangat berdekatan. Saya mengimbau agar tidak ada oknum yang mencoba memprovokasi atau memecah belah persatuan antara umat beragama di Kota Singkawang,” tegasnya. AKBP Dody juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan informasi bohong atau isu SARA, terutama di media sosial. Baca Juga: Polda Kalbar Jamin Keamanan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 Kepolisian pun telah mengaktifkan cyber patrol untuk memantau perkembangan opini publik selama periode Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang. “Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota toleran jangan sampai dikotori oleh pihak-pihak yang ingin merusaknya. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu bernuansa SARA dan intoleransi,” pungkasnya. Hingga saat ini, situasi di Kota Singkawang terpantau kondusif dengan persiapan matang di berbagai lokasi pusat perayaan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK