Jaga Kedaulatan Pangan, Karantina Entikong Gencarkan Operasi Jelang Idulfitri
Faktakalbar.id, SANGGAU
–
Karantina Kalimantan Barat
melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pos Lintas Batas Negara
(PLBN) Entikong
memperketat pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan secara masif. Langkah ini dilakukan guna menjaga keamanan hayati nasional menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (19/03/2026).
Baca Juga:
Karantina Kalbar Amankan Burung Beo Tiong Emas Dilindungi di PLBN Entikong
Intensifikasi pengawasan tersebut membuahkan hasil dengan digagalkannya masuknya sejumlah komoditas ilegal yang berpotensi membawa penyakit.
Dalam operasi terbaru, petugas mengamankan produk hewan seberat 44,25 kg, produk tumbuhan 12,15 kg, serta produk ikan 1,6 kg yang tidak dilengkapi dokumen resmi karantina.
Komoditas-komoditas tersebut dinilai berisiko menjadi media pembawa hama serta penyakit yang dapat membahayakan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian dalam negeri.
Penanggung Jawab Karantina Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa penguatan pengawasan ini adalah bagian dari komitmen negara dalam menjaga kedaulatan pangan serta melindungi sumber daya hayati dari ancaman lintas batas.
“Tidak ada ruang kompromi bagi setiap pelanggaran terhadap ketentuan karantina. Setiap komoditas yang masuk wajib melalui prosedur yang telah ditetapkan. Ini adalah garda terdepan dalam melindungi Indonesia dari ancaman penyakit hewan, ikan dan organisme pengganggu tumbuhan,”
tegas Swiet Sinay.
Ia menambahkan, momentum Idulfitri yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi perhatian khusus bagi petugas.
Baca Juga:
Jelang Imlek, Karantina Entikong Gagalkan Pemasukan Bibit Bambu Hias Ilegal dari Malaysia
Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara lebih intensif, terpadu, dan berkelanjutan di jalur perbatasan.
Melalui penguatan ini, pihak Karantina mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sinergi antara petugas dan masyarakat dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga keutuhan ekosistem serta ketahanan pangan Indonesia di tengah arus perlintasan yang dinamis.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.