faktakalbar

Kasus Diare di Pontianak Naik, 188 Pasien Ditangani RS Pontianak Utara

Faktakalbar.id - Kasus diare di Kota Pontianak menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, dengan Rumah Sakit Pontianak Utara mencatat 188 pasien telah mendapat penanganan hingga periode awal September 2026.

Penulis: Wati Thursday, 17 September 2026 📖 2 menit
Kasus Diare di Pontianak Naik, 188 Pasien Ditangani RS Pontianak Utara
Ilustrasi seseorang terkena diare. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kasus diare di Kota Pontianak menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, dengan Rumah Sakit Pontianak Utara mencatat 188 pasien telah mendapat penanganan hingga periode awal September 2026.

Direktur Rumah Sakit Pontianak Utara Nuzulisa Zulkifli mengatakan peningkatan kunjungan pasien terjadi di tengah kondisi karhutla dan kendala pasokan air bersih yang berlangsung pada Juli hingga Agustus lalu.

"Tren meningkat ini di bulan Agustus, kemudian angkanya juga masih tinggi di awal September," ungkap Nuzulisa.

Menurut Nuzulisa, kondisi kabut asap akibat karhutla dan kendala pasokan air bersih dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Ia menyebut gangguan tersebut antara lain infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA serta penyakit berbasis lingkungan seperti diare.

Untuk kasus diare, sebanyak 188 pasien telah ditangani oleh pihak Rumah Sakit Pontianak Utara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses terhadap air bersih berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha makanan serta minuman untuk memastikan air yang digunakan berada dalam kondisi bersih dan steril.

"Kondisi kemarau seperti sekarang ini, air bersih harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai air yang digunakan untuk berjualan tidak bersih sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat," ujar Edi, Selasa (15/9).

Edi mengatakan penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menyebut diare menjadi salah satu penyakit yang dapat muncul akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

"Jangan sampai masyarakat minum atau mengonsumsi makanan yang airnya tidak bersih, kemudian terpapar diare. Ini yang harus kita cegah bersama," tegasnya.

Nuzulisa mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kebersihan selama kualitas udara dan kondisi pasokan air belum sepenuhnya mendukung.

Ia meminta masyarakat menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan memastikan air minum serta air untuk kebutuhan sehari-hari dalam kondisi bersih dan aman.

Masyarakat juga diingatkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan mengonsumsi makanan yang higienis.

Kelompok rentan seperti anak kecil, orang tua, serta ibu hamil juga diminta mendapat perhatian lebih dalam kondisi tersebut.

"Terakhir segera periksakan ke fasilitas RS terdekat apabila terdapat gejala ISPA dan diare," tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK