Lima Tahun Pacaran Berakhir Mutilasi, Terungkap Pengakuan Mengejutkan Pelaku di Hadapan Polisi
Faktakalbar.id, MOJOKERTO -
Kasus mutilasi sadis yang menggemparkan wilayah Surabaya-Mojokerto akhirnya terungkap. Pelaku, Alvi Maulana (24), tega membunuh dan memutilasi pacarnya sendiri, TAS (25).
Jasad korban dipotong hingga ratusan bagian, sebagian dibuang di Pacet,
Mojokerto
, sementara sisanya disembunyikan di kamar kos pelaku.
Baca Juga:
Ayah Korban Ungkap Kejanggalan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Singkawang
Hubungan asmara selama lima tahun antara Alvi dan TAS berakhir tragis di sebuah rumah kos di Jalan Raya Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
"Tersangka menusuk leher kanan pacarnya dengan pisau dapur. Satu kali tusukan fatal itu mengakibatkan korban tewas kehabisan darah," ungkap Kasat Reskrim
Polres Mojokerto
, AKP Fauzy Pratama, Minggu (7/9/2025).
Setelah membunuh TAS, Alvi membawa jasadnya ke kamar mandi untuk dimutilasi.
Tindakan keji ini dilakukan menggunakan pisau daging, gunting dahan, dan alat pengasah.
"Dengan berat hati kami sampaikan pelaku memotong daging korban, sehingga tersisa tulang belulang," jelas Fauzy.
Ratusan Potongan Tubuh Ditemukan
Sebagian jasad korban, sekitar 65 potongan, dibuang oleh Alvi di semak-semak Dusun Pacet Selatan, Mojokerto.
Potongan-potongan ini meliputi jaringan otot, lemak, kulit kepala, rambut, serta telapak kaki kiri dan telapak tangan kanan.
Sementara itu, bagian tulang, tengkorak, otak, dan mata korban disimpan di kamar kos pelaku.
Polisi menemukan ratusan pecahan tulang korban di balik laci lemari kos yang dibungkus dalam dua kantong plastik hitam.
Baca Juga:
Polres Bengkayang Ungkap Kasus Pembunuhan di Sungai Raya Kepulauan
Satu kantong berisi delapan potongan tulang paha, sedangkan kantong lainnya berisi 239 pecahan tulang tengkorak. Selain itu, 22 gigi korban juga ditemukan di lokasi.
Saat olah TKP lanjutan, tim Inafis juga menemukan bagian tulang tengkuk, punggung, tangan, dan kaki yang dikubur pelaku di depan kosnya.
"Semuanya sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara untuk diuji forensik oleh ahlinya," kata Fauzy.
Terungkap Berkat Anjing Pelacak
Kasus mutilasi sadis ini pertama kali terbongkar ketika seorang warga, Suliswanto (30), menemukan potongan telapak kaki manusia saat mencari rumput.
Polisi yang menyisir lokasi menemukan total 65 potongan jasad yang tercecer.
Identitas korban akhirnya terungkap berkat bantuan anjing pelacak jenis labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim.
Baca Juga:
Balita Hilang di Singkawang Ditemukan Tewas di Teras Masjid, Diduga Korban Pembunuhan
Sekitar 14 jam setelah penemuan jasad, polisi berhasil menangkap Alvi di kosnya. Pelaku yang merupakan sarjana informatika ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.
Korban, TAS, diketahui merupakan lulusan manajemen Universitas Trunojoyo Madura (UTM), sama seperti Alvi.
Menurut Fauzy, korban tidak bekerja dan hanya mendampingi pacarnya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online di Surabaya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.