Kebakaran Intan Market Sintang: Pengunjung Terobos Asap Pekat, Petugas Terpaksa Bobol Tembok
Faktakalbar.id, SINTANG –
Kepanikan melanda pusat perbelanjaan dan wahana permainan Intan Market di Jalan Lintas Melawi, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Gedung empat lantai tersebut terbakar hebat pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 18.02 WIB.
Dilansir dari
detikKalimantan
, api dilaporkan pertama kali muncul dari lantai dua.
Sebagai informasi, gedung ini merupakan salah satu pusat keramaian di Sintang; lantai dasar untuk supermarket, lantai dua arena permainan anak, lantai tiga area biliar, dan lantai empat (
rooftop
) difungsikan sebagai kafe.
Baca Juga:
Sesar Adang Bergerak, Gempa M 4,8 Guncang Sekadau, Melawi, dan Sintang
Detik-detik Menegangkan di Lantai 3
Sejumlah pengunjung yang sedang berada di lantai atas menceritakan
momen
menegangkan saat asap mulai mengepung mereka.
Jaman, salah satu pengunjung, mengaku awalnya tidak menyadari bahaya sampai asap tebal muncul.
"Kami lagi main biliar di lantai tiga, tiba-tiba ada asap. Tak lama asapnya pekat," cerita Jaman.
Situasi semakin
genting
karena hawa panas dari lantai dua mulai terasa.
Para pengunjung pun berhamburan mencari jalan keluar.
Sayangnya, tangga utama gedung sudah tidak terlihat karena tertutup asap hitam tebal, memaksa mereka mencari jalur alternatif.
"Kami turun lewat tangga lain. Karena lantai dua sudah penuh asap. Tangga utama setiap tangga juga sudah tidak nampak karena tertutup asap," tambah Jaman menggambarkan proses evakuasi mereka.
Petugas Jebol Tembok Demi Ventilasi
Di sisi luar, proses pemadaman yang dilakukan petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) menghadapi kendala berat.
Ariyadi, warga setempat yang menyaksikan kejadian, menyebutkan bahwa petugas kesulitan menembus masuk karena pekatnya asap di dalam gedung.
"Api mulanya dari lantai dua. Saat ini sedang dipadamkan petugas pemadam kebakaran," kata Ariyadi.
Untuk mengatasi situasi ini, petugas Damkar mengambil langkah taktis dengan membobol dinding bangunan.
Hal ini dilakukan agar asap bisa keluar dan petugas memiliki akses untuk menyemprotkan air ke titik api.
"Pemadaman tadi sempat terkendala. Karena asap tebal sehingga petugas sulit untuk masuk ke dalam bangunan. Petugas menyiram dari lubang ventilasi. Dinding dijebol untuk mengeluarkan asap dan pemadaman," jelas Ariyadi.
Baca Juga:
Bupati Sintang Minta Jajaran Dinas Kesehatan Perkuat Komunikasi dan Inovasi
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.