faktakalbar

Kekeringan Melanda Desa Belungai Dalam, Warga Kesulitan dapat Akses Air Bersih

Faktakalbar.id - Kondisi kekeringan akibat kemarau panjang memaksa warga Dusun Belungai Dalam, Desa Belungai Dalam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, mengandalkan pasokan air bersih darurat pada Selasa.

Penulis: Natash Wednesday, 09 September 2026 📖 1 menit
Kekeringan Melanda Desa Belungai Dalam, Warga Kesulitan dapat Akses Air Bersih
Petugas membantu mengisikan air bersih layak konsumsi ke wadah penampung milik warga di Desa Belungai Dalam Sanggau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kondisi kekeringan akibat kemarau panjang memaksa warga Dusun Belungai Dalam, Desa Belungai Dalam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, mengandalkan pasokan air bersih darurat pada Selasa.

Sebanyak 2.400 liter air bersih dipasok ke lokasi pemukiman untuk mengatasi kelangkaan air bersih yang membelit warga kawasan tersebut selama beberapa pekan.

Pendistribusian air dilakukan secara transparan menggunakan kendaraan operasional Polsek Toba yang dipimpin Aipda Ishaq bersama lima personel.

Air bersih langsung dituangkan ke wadah-wadah penampungan seperti galon dan jeriken milik masyarakat yang telah mengantre sejak pagi.

Penyaluran langsung ini dipilah agar bantuan logistik darurat tersebut cepat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak dan minum.

Perwakilan warga setempat, Raden Hardiono, mengakui sulitnya mendapatkan akses air bersih layak minum semenjak sumber air warga mulai mengering.

Kapolsek Toba Arnold Rocky Montolalu menyebutkan bahwa penyediaan air bersih adalah bentuk respons cepat terhadap krisis sosial di kawasan rawan kekeringan.

“Kami berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat meringankan beban warga dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dusun Belungai Dalam,” kata Arnold.

Ia menambahkan bahwa peran aparat tidak terbatas pada pengamanan wilayah, tetapi juga tanggap pada kondisi darurat bencana yang menimpa warga.

Interaksi sosial saat pembagian air diharapkan mampu memperkuat komunikasi dua arah antara warga desa dan petugas lapangan.

Masyarakat diminta tetap memelihara sanitasi lingkungan sekitar mata air agar pasokan sisa yang ada tidak tercemar limbah domestik.

Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat menjaga ketersediaan kebutuhan dasar warga selama musim kemarau belum berakhir di Kalimantan Barat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK