Kelaparan dan Tanpa Identitas, Seorang Lansia Ditemukan Terbaring Lemas di Pasar Rawa Bangun
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Sufa’at, seorang pria lanjut usia (lansia), ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kawasan Jalan Pancasila, Komplek Pasar Rawa Bangun,
Sanggau
, pada Kamis (12/2/2026).
Pria malang ini mengaku telah menahan lapar selama tiga hari hingga kondisi fisiknya menurun drastis dan jatuh sakit.
Baca Juga:
Karhutla Mempawah Telan Korban Jiwa, Lansia di Desa Galang Meninggal Akibat ISPA
Kondisi Lansia Terlantar di Sanggau ini pertama kali diketahui warga saat Sufa’at terbaring lemah di area pasar.
Ia ditemukan tanpa satu pun dokumen identitas kependudukan yang melekat pada dirinya. Saat ditemukan, ia mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa dan ketidakberdayaan fisik karena tidak mendapatkan asupan nutrisi dalam waktu lama.
Berdasarkan data dari instansi terkait, Sufa’at merupakan warga yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat tinggal di wilayah Kabupaten Sekadau dan Sanggau.
Ketiadaan identitas resmi membuatnya sulit terdata dalam program perlindungan sosial jangka panjang.
Lansia ini sebenarnya memiliki sejarah sosial di wilayah tersebut:
Pernah ditemukan terlantar di Kabupaten Sanggau pada Februari 2025, namun saat itu ia masih dalam kondisi sehat.
Dikabarkan pernah diasuh oleh seorang anak angkat yang berdomisili di Kabupaten Sekadau.
Hingga saat ini, keberlanjutan hubungan atau keberadaan keluarga aslinya belum diketahui secara pasti.
Akibat kondisi kesehatannya yang sangat buruk, Sufa’at kini harus menjalani perawatan medis intensif di RSUD M.Th. Djaman Kabupaten Sanggau.
Selain pemeriksaan kesehatan mendalam, ia juga diberikan bantuan makanan untuk memulihkan tenaganya yang hilang.
Baca Juga:
Tolak Tambang Emas Ilegal, Lansia di Pasaman Dikeroyok Pekerja hingga Masuk Rumah Sakit
Kasi Humas Polres Sanggau, Thomson M. Pakpahan, menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah keselamatan jiwa pria tersebut.
“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan keselamatan yang bersangkutan. Prioritas kami adalah menyelamatkan jiwa terlebih dahulu, kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait agar lansia tersebut mendapatkan penanganan medis dan sosial secara layak,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menekankan bahwa penanganan kasus ini murni atas dasar kemanusiaan untuk melindungi kelompok rentan yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditangani,” tambahnya.
Saat ini, Kondisi Lansia Terlantar di Sanggau tersebut masih dalam pemantauan pihak medis dan Dinas Sosial.
Penelusuran lebih lanjut sedang dilakukan untuk menemukan pihak keluarga agar Sufa’at mendapatkan solusi tempat tinggal yang lebih layak dan berkelanjutan.
(Ariya)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.