Ketapang Siagakan 24 Puskesmas Pasca-Lonjakan ISPA dan Diare
Faktakalbar.id - Sebanyak 24 puskesmas di Kabupaten Ketapang disiagakan penuh guna mengantisipasi lonjakan penderita ISPA dan diare akibat kabut asap
Faktakalbar.id - Sebanyak 24 puskesmas di Kabupaten Ketapang disiagakan penuh guna mengantisipasi lonjakan penderita ISPA dan diare akibat kabut asap pada Kamis (20/8).
Peningkatan fasilitas layanan kesehatan ini merespons tren kenaikan kasus penyakit pernapasan serta pencernaan selama tiga pekan berturut-turut.
Lonjakan pasien di area pemukiman warga dipicu oleh maraknya bencana kebakaran hutan serta krisis air bersih musim kemarau.
Kepala Dinkes Ketapang Feria Kowira memastikan seluruh armada pelayanan medis berada dalam posisi siaga satu.
“Kami sudah menginstruksikan 24 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Obat-obatan dan oksigen juga kami pastikan tersedia sehingga apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan, bisa segera dilayani,” jelas Feria.
Pihak otoritas kesehatan menjamin ketersediaan tabung oksigen dan obat-obatan dasar di seluruh fasilitas medis dalam kondisi aman.
Pasokan terapi oksigen disiapkan secara khusus untuk mengantisipasi pasien ISPA yang mengalami sesak napas berat akibat asap.
Pemantauan intensif berkala terus dijalankan oleh setiap rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak paparan asap.
Data medis mencatat jumlah pasien ISPA merangkak naik secara bertahap hingga menyentuh angka 673 kasus pada minggu ke-31.
Sementara itu jumlah warga yang terserang penyakit diare akibat masalah air bersih juga membengkak hingga mencapai 164 kasus.
Hingga pelaporan minggu ke-31 tahun 2026, belum ada laporan pasien yang meninggal dunia akibat kedua penyakit musiman tersebut.
Dinas Kesehatan terus menyebarkan imbauan edukasi kesehatan agar warga membiasakan diri mencuci tangan serta menjaga kebersihan makanan.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker untuk meminimalisasi hirupan partikel debu dan asap karhutla.
“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga kesehatan, mengonsumsi air yang aman dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan,” pungkas Feria.
Sinergi antara fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menekan risiko bahaya bencana kabut asap tahunan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.