faktakalbar

Keuangan Sintang Terguncang, TKD Dipangkas Rp388 Miliar: OPD Dipaksa Cari Dana Sendiri ke Pusat

Penulis: Redaksi Tuesday, 13 January 2026 📖 1 menit
Keuangan Sintang Terguncang, TKD Dipangkas Rp388 Miliar: OPD Dipaksa Cari Dana Sendiri ke Pusat
Faktakalbar.id, SINTANG — Stabilitas keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang menghadapi ujian berat di awal tahun anggaran 2026. Alih-alih mendapatkan kenaikan, Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat justru dipangkas drastis sebesar Rp388 miliar, sebuah angka yang berdampak signifikan terhadap kemampuan daerah membiayai pembangunan. Pemotongan anggaran yang sangat besar ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah darurat. Dalam apel awal tahun yang digelar Senin (12/1/2026), Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala , secara terbuka mengakui keterbatasan fiskal yang melanda daerahnya akibat kebijakan pusat tersebut. Baca Juga:  Telan Anggaran Rp 4,3 Miliar, Proyek Kantor Dishub Sintang Belum Rampung Meski Kontrak Kedaluwarsa Situasi ini menempatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam posisi sulit. Bupati mendesak seluruh kepala dinas untuk tidak lagi hanya mengandalkan alokasi APBD yang menyusut, melainkan harus turun tangan langsung melobi kementerian di Jakarta untuk mendapatkan program atau dana tambahan. "Kita tahu Dana TKD Kabupaten Sintang tahun 2026 ini dipangkas sangat dalam, yakni Rp388 miliar. Maka jajaran Pemkab Sintang harus lebih proaktif menjemput kegiatan-kegiatan dari kementerian apa pun di pusat. Karena tidak ada cara lain," tegas Bala. Pernyataan "tidak ada cara lain" menyiratkan betapa sempitnya ruang gerak fiskal Sintang saat ini. Strategi "jemput bola" yang diinstruksikan pun tidak menjamin kepastian anggaran. Bala sendiri mengakui bahwa persaingan mendapatkan dana pusat sangat ketat dan penuh ketidakpastian. "Ketika kita minta, belum tentu diberi. Apalagi kalau kita tidak minta," ujarnya, menggambarkan posisi tawar daerah yang lemah di hadapan pusat. Kini, beban berat berada di pundak birokrasi daerah untuk menambal lubang anggaran ratusan miliar tersebut agar target pembangunan tahun 2026 tidak meleset jauh dari perencanaan awal. Baca Juga:  Potret Buram Infrastruktur Sintang: Jalan Sungai Putih Hancur Jadi Kubangan, Warga Dipaksa Menunggu Musrenbang 2026 (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK