faktakalbar

Kisah Ibu dan 3 Anak Lolos dari Tambang Emas Ketapang

Faktakalbar.id - Seorang ibu bernama Rohaela bersama tiga anaknya nekat berjalan kaki selama 12 jam usai ditipu calon suaminya.

Penulis: Wati Thursday, 20 August 2026 📖 1 menit
Kisah Ibu dan 3 Anak Lolos dari Tambang Emas Ketapang
Seorang ibu dan tiga anaknya meminta bantuan ke kantor polisi usai melarikan diri dari camp tambang di Ketapang. (Dok. Polres Sanggau)

Faktakalbar.id - Seorang ibu bernama Rohaela bersama tiga anaknya nekat berjalan kaki selama 12 jam usai ditipu calon suaminya.

Korban melarikan diri dari lokasi pertambangan emas liar di kawasan pedalaman Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

Kejadian ini bermula ketika korban diiming-imingi penghasilan besar serta janji pernikahan oleh pelaku di Kalimantan Barat.

Pelaku juga berjanji akan membiayai seluruh fasilitas sekolah bagi ketiga anak korban selama berada di perantauan.

Setibanya di lokasi, korban justru hanya dipekerjakan sebagai juru masak camp tambang dengan upah amat minim.

Penghasilan korban hanya berkisar Rp 1,5 juta per bulan tanpa adanya kepastian janji pernikahan dari pelaku.

Ketiga anak korban juga terlantar tanpa pernah mengenyam pendidikan formal seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Setelah bertahan selama dua bulan, korban memberanikan diri kabur menembus hutan menuju ke akses jalan raya.

Berbekal uang sisa Rp 400 ribu, korban bersama anak-anaknya kemudian menyewa taksi lokal untuk menuju Pontianak.

Pengemudi taksi menyeberangkan keluarga tersebut sebelum menurunkannya di Simpang Ampar akibat keterbatasan ongkos perjalanan.

Korban yang terlantar lantas mendatangi Polsek Tayan Hilir untuk meminta perlindungan serta bantuan keselamatan.

Petugas kepolisian merespons cepat dengan menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara yang aman bagi seluruh korban.

Kapolsek Tayan Hilir Kusdarwanto menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kondisi sulit merupakan tugas utama kepolisian.

“Ketika masyarakat datang meminta pertolongan dalam kondisi sulit, apalagi bersama anak-anak, kami tidak boleh tinggal diam. Kami berupaya hadir dan membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan, mulai dari memberikan pendampingan hingga membantu mempersiapkan perjalanan mereka untuk kembali ke daerah asal. Ini merupakan bagian dari semangat Polres Sanggau Berkarakter HEBAT untuk memberikan pelayanan yang humanis, peduli dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kusdarwanto.

Polsek Tayan Hilir memberikan bantuan berupa dana perjalanan serta membelikan tiket kapal laut ke Lampung.

Korban juga diberi kesempatan bekerja sementara di rumah makan warga sekitar untuk mengumpulkan modal perjalanan tambahan.

Kasus penipuan berkedok lowongan kerja ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu mewaspadai iming-iming manis.

Korban beserta ketiga anaknya kini telah siap melanjutkan perjalanan kembali menuju Provinsi Lampung dengan selamat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK