Krisis Air Bersih Menahun di Sintang: Sumur Bor TMMD Jadi Tumpuan Terakhir Warga Desa
Faktakalbar.id, SINTANG -
Masalah krisis air bersih yang menahun di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan.
Ketergantungan warga pada sumber air alami yang kerap mengering saat kemarau memaksa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 menjadikan pembangunan sumur bor sebagai prioritas fisik utama guna menambal kegagalan akses layanan dasar di tingkat desa.
Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi, mengakui bahwa kehadiran sumur bor di lokasi sasaran TMMD adalah jawaban atas kondisi mendesak.
Selama ini, warga terpaksa menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air layak
konsumsi
setiap kali debit air permukaan menurun drastis.
Baca Juga:
Kekeringan di Kabupaten Bondowoso Meluas: 149 Kepala Keluarga di Desa Klekean Alami Krisis Air Bersih
"Sumur bor ini kami bangun sebagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan seluruh warga. Harapannya, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan," ujar Zulfikar, Jumat (20/2/2026).
Potret Buram Ketahanan Air Desa
Kebutuhan akan sumur bor ini menjadi sinyal kuat belum meratanya jangkauan pipa air bersih di pelosok Sintang.
Tanpa
intervensi
program terpadu seperti TMMD, masyarakat di desa-desa sasaran tersebut praktis hanya mengandalkan bantuan alam atau harus mengeluarkan biaya ekstra untuk sarana sanitasi yang memadai.
Ketersediaan air bersih bukan sekadar urusan rumah tangga, melainkan faktor kunci dalam menekan angka penyakit akibat sanitasi buruk dan menunjang aktivitas ekonomi pertanian skala kecil.
Namun, tantangan besar yang tersisa adalah keberlanjutan perawatan fasilitas tersebut oleh masyarakat desa setelah program TMMD berakhir.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek fisik sementara, melainkan momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menangani ketimpangan infrastruktur pelayanan dasar.
Jika perawatan kolektif gagal dilakukan, maka fasilitas publik ini berisiko menjadi monumen mangkrak yang tidak lagi berfungsi pada musim kemarau mendatang.
Baca Juga:
Atasi Krisis Air Bersih, Satgas UNHAN RI dan TNI Pasang Teknologi Reverse Osmosis di 21 Titik
(Nara)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.