faktakalbar

Kronologi Sopir Truk Tewas Terjepit Saat Cek Hidrolik di Sekadau

Penulis: Redaksi Thursday, 12 March 2026 📖 2 menit
Kronologi Sopir Truk Tewas Terjepit Saat Cek Hidrolik di Sekadau
Faktakalbar.id, SEKADAU – Seorang sopir dump truck bernama Gampang Sriyono (57) meninggal dunia secara tragis akibat kecelakaan kerja di Sekadau , pada Rabu (11/3/2026). Pria yang tercatat sebagai warga Dusun Parit Mayor, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya tersebut, ditemukan tewas setelah tubuhnya terjepit bak hidrolik kendaraan saat sedang memproses bongkar muat pupuk. Baca Juga: Pelajar 18 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Simpang Brimob Kubu Raya Peristiwa maut ini terjadi di area sebuah toko pertanian yang berlokasi di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Sekadau yang menerima laporan insiden tersebut langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas, AKP Triyono, menjelaskan kronologi awal kejadian nahas tersebut. Ia menerangkan bahwa peristiwa ini bermula saat korban mengantarkan muatan dari gudang di Pontianak menuju toko pertanian sasaran. Korban bertugas membawa pupuk jenis NPK sebanyak 180 karung menggunakan mobil dump truck miliknya. “Sesampainya di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB, korban bersama beberapa karyawan toko melakukan pembongkaran karung pupuk dari atas kendaraan,” ujar Triyono. Dalam proses pembongkaran barang tersebut, bak dump truck sempat diangkat sengaja sekitar satu meter dari rangka utama kendaraan. Tindakan ini dilakukan guna mempermudah penurunan ratusan karung pupuk yang cukup berat. Setelah seluruh muatan berhasil diturunkan, korban kemudian berupaya mengembalikan posisi bak kendaraan ke titik awal. Namun, saat tuas ditekan, sistem hidrolik dump truck diduga mengalami kendala teknis sehingga macet dan tidak dapat kembali ke posisi normal. “Korban kemudian mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan sepotong kayu agar bak kendaraan bisa kembali ke posisi semula,” jelas Triyono. Nahas, saat korban tengah berada persis di bagian bawah bak kendaraan yang terangkat, bak pelat besi seberat hitungan ton itu tiba-tiba anjlok dan turun ke bawah. Hantaman mendadak tersebut langsung menjepit tubuh korban di celah sempit antara bak dan kabin kendaraan. Akibat insiden fatal tersebut, korban menderita luka yang sangat serius, terutama di bagian kepala, dan seketika meninggal dunia di lokasi kejadian. Baca Juga: Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tayan Hilir, Bermula Gagal Menyalip di Tanjakan Berdasarkan hasil olah TKP kepolisian dan keterangan saksi mata, insiden kecelakaan kerja di Sekadau ini pertama kali disadari ketika seorang karyawan toko keluar bangunan untuk memanggil korban. Lantaran korban tidak merespons panggilan, saksi lalu mendekat dan menemukan tubuh sopir malang tersebut sudah dalam kondisi terjepit kaku di bawah bak armadanya sendiri. “Peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan kerja. Petugas telah melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian,” kata Triyono. Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, pihak kepolisian mengimbau dengan tegas kepada para pekerja lapangan, khususnya para operator yang mengoperasikan kendaraan angkut bersistem hidrolik. Para pekerja diminta agar senantiasa mematuhi standar keselamatan kerja dan memastikan kondisi mekanis kendaraan dalam keadaan aman 100 persen sebelum memberanikan diri melakukan perbaikan atau pengecekan ruang di bawah bak muatan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK