Kuliner Viral Pontianak 2026, Perpaduan Cita Rasa Tradisional dan Kekinian yang Wajib Dicoba
Kuliner Pontianak semakin menarik perhatian wisatawan. Dari donat susu kentang yang viral hingga choi pan dan mie tiaw legendaris, berikut daftar kuliner yang wajib dicoba.
Pontianak – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tidak hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang terus berkembang. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah makanan khas hingga jajanan kekinian berhasil mencuri perhatian masyarakat dan ramai diburu, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Perpaduan cita rasa Melayu, Tionghoa, dan Dayak menjadikan kuliner Pontianak memiliki karakter yang khas. Tak heran jika berbagai makanan tradisional tetap bertahan di tengah munculnya tren kuliner modern.
Donat Susu Kentang Jadi Jajanan Viral
Salah satu kuliner yang sedang menjadi perbincangan di Pontianak adalah donat susu kentang (desuke). Jajanan ini memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Pelaku UMKM di Pontianak bahkan mampu memproduksi hingga lebih dari seribu donat setiap hari untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Popularitasnya meningkat berkat promosi di media sosial dan ulasan positif dari para pelanggan.
Mie Tiaw Khas Pontianak Tetap Jadi Primadona
Selain jajanan kekinian, mie tiaw tetap menjadi salah satu kuliner yang paling dicari wisatawan. Mie bertekstur pipih ini dimasak menggunakan api besar (wok hei) sehingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
Salah satu tempat yang populer adalah Kwecap Veteran (nonhalal), sementara beberapa rumah makan mie tiaw lainnya juga ramai dikunjungi pada malam hari. Kuliner ini konsisten menjadi favorit warga maupun wisatawan.
Choi Pan, Kuliner Tradisional yang Tak Pernah Sepi Peminat
Berkunjung ke Pontianak belum lengkap tanpa mencicipi choi pan atau chai kue. Makanan berbahan tepung beras dengan isian bengkuang, kucai, talas, atau rebung ini menjadi ikon kuliner khas Kalimantan Barat.
Salah satu lokasi yang terkenal adalah A Hin Chai Kue Panas Siam, yang telah lama menjadi tujuan wisata kuliner bagi para pelancong.
Bubur Ikan untuk Menu Sarapan Favorit
Kuliner lain yang wajib dicoba adalah bubur ikan khas Pontianak. Berbeda dari bubur ayam, hidangan ini menggunakan potongan ikan segar dengan kuah kaldu yang gurih.
Salah satu tempat yang paling banyak direkomendasikan adalah Bubur Ikan Ahian, yang hampir setiap pagi dipadati pembeli.
Kerupuk Basah, Camilan Khas Kalimantan Barat
Kerupuk basah merupakan makanan khas Pontianak yang dibuat dari ikan dan tepung sagu. Teksturnya kenyal dan biasanya disajikan bersama sambal kacang yang gurih.
Wisatawan dapat mencicipinya di Kuliner Pontianak – Kerupuk Basah Sidak Ulu, salah satu tempat yang dikenal menyajikan hidangan khas tersebut.
Festival Kuliner Semakin Ramai
Pemerintah Kota Pontianak juga aktif menggelar berbagai festival kuliner untuk mendukung sektor pariwisata. Salah satunya adalah Festival 1.000 Bakcang yang digelar pada 2026 sebagai upaya memperkenalkan bakcang sebagai salah satu ikon kuliner Pontianak. Selain itu, Pekan Promosi dan Kuliner saat Festival Cap Go Meh menghadirkan puluhan stan makanan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Rekomendasi Tempat Makan Favorit
Selain kuliner khas, sejumlah rumah makan juga menjadi destinasi favorit wisatawan, antara lain:
- Warung Nini, terkenal dengan menu tradisional khas Kalimantan.
- Restoran Pondok Kakap, favorit pencinta hidangan seafood.
- Abang Kepiting, dikenal dengan olahan kepiting segarnya.
- Kampung Rajang, menawarkan berbagai menu khas Melayu Pontianak.
Kuliner Pontianak terus berkembang dengan menghadirkan perpaduan makanan tradisional dan inovasi kekinian. Donat susu kentang yang sedang viral melengkapi deretan kuliner legendaris seperti mie tiaw, choi pan, bubur ikan, dan kerupuk basah yang tetap menjadi favorit.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat, menjelajahi kekayaan kuliner Pontianak menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Selain memanjakan lidah, wisata kuliner juga menjadi cara terbaik untuk mengenal keragaman budaya yang tumbuh di Kota Khatulistiwa.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.