Kurir Ekstasi untuk THM Diringkus, Identitas Bandar Dikantongi Polisi
Pontianak- Is, pria muda yang lagi menanti kelahiran anak pertamanya tak berkutik disergap tim Resnarkoba Polresta Pontianak. Dari tanggannya ditemukan 85 butir inek (ekstasi). Dari interogasi polisi, meluncur nama yang menjadi bandar pil geleng-geleng.
Is disergap pada hari Senin (26/6) lalu di Jalan Tanjung Raya 1, persisnya depan Puskesmas. Jumat (7/7) Is kembali dihadirkan berikut barang bukti ekstasi kehadapan wartawan, pihak Kejari Pontianak, BPOM dalam rangka pemusnahan barang bukti di Mapolresta Pontianak.
Dirinci oleh Kasat Resnakoba Polresta Pontianak, Kompol Joko Sutriyanto kepada media, 85 butir inek itu terdiri atas 76 butir berwarna hijau, 5 butir warna merah muda dan 4 butir warna biru muda.
"Total berat ada 33,17 gram, namun total butir yang kami musnahkan pada hari ini ada 77 butir, karena sisanya untuk kepentingan sebagai barang bukti yang akan dihadirkan di persidangan, dan pengetesan," jelas Joko Sutriyanto di Mapolresta Pontianak.
Pemusnahan dengan cara dipastikan dan disaksikan terlebih dahulu bahwa barang bukti adalah Narkoba jenis Ekstasi dengan cara menggunakan test kit. Baru kemudian ekstasi diblender dan dicampur cairan pembersih lalu dibuang ke septitank.
Diungkap juga oleh Kompol Joko Sutriyanto bahwa tersangka dalam pemeriksaan menyebutkan identitas bandar/pemilik barang. Is akan mengantarkan ineks ke tempat hiburan malam /pemesan sesuai dengan petunjuk bandar atau pemilik barang. "Identitas bandar/pemilik barang sudah kaami kantongi, tentunya akan kita lakukan penyelidikan," ungkap Joko Sutriyanto.
Sedangkan Is sendiri saat ditanya wartawan, ia mengaku kalau sebagai kurir mendapatkan jatah Rp 50 ribu setiap butirnya. Sedangkan nilai jual ekstasi per butir menurut Is adalah Rp 230 ribu.
Kasat Resnarkoba Polresta Pontianak, Kompol Joko Sutriyanto melalui media menyampaikan himbauan kepada warga untuk selalu menghindari penyalahgunaan Narkoba, orang tua harus terus memantau anak-anaknya agar sejak dini tidak terpengaruh dalam penyalahgunaan Narkoba. "Kini pengguna narkoba sudah merambah kepada anak-anak, ini sangat menghawatirkan." ujarnya. (rfk)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.