faktakalbar

Lagi!!! Lahan 0,8 Hektare Terbakar di Jalan Trans Kalimantan Sanggau

Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar area seluas 0,8 hektare di tepi Jalan Trans Kalimantan, Dusun Telabang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.

Penulis: Natash Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
Lagi!!! Lahan 0,8 Hektare Terbakar di Jalan Trans Kalimantan Sanggau
Petugas pemadam gabungan dan warga berupaya menjinakkan kobaran karhutla di tepi Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Minggu (23/8/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar area seluas 0,8 hektare di tepi Jalan Trans Kalimantan, Dusun Telabang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.

Gumpalan asap pekat akibat kebakaran tersebut sempat mengancam pandangan serta keselamatan para pengguna jalan yang melintas di koridor utama Trans Kalimantan.

Sedikitnya 20 personel gabungan dari Polsek Tayan Hilir, pihak kecamatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta warga lokal diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

Proses pemadaman di lapangan memanfaatkan armada kendaraan operasional serta perlengkapan baby tank berkapasitas 1.000 liter milik warga setempat.

Masyarakat yang berada di lokasi kejadian turut membantu memasang serta mengoperasikan tiga unit mesin pompa air Robin guna menyuplai air ke titik api.

Kapolsek Tayan Hilir Eric Ibrahim memimpin secara langsung upaya penanganan dan penyisiran di area lahan yang terbakar tersebut.

"Kami bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan pemadaman setelah menerima informasi kebakaran. Prioritas kami adalah mengendalikan api agar tidak meluas, sekaligus memastikan kondisi di sekitar jalan tetap aman bagi masyarakat yang melintas," kata Eric Ibrahim.

Tim pemadam di lapangan sempat mengalami hambatan lantaran keterbatasan pasokan sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Kondisi vegetasi lahan yang sangat kering serta tiupan angin kencang membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati.

Petugas kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan akibat kepulan asap.

Hingga saat ini, identitas pemilik lahan yang terbakar tersebut belum diketahui dan masih berada dalam penelusuran pihak berwenang.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut asal mula memicu timbulnya titik api di lokasi tersebut.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami juga melakukan pengumpulan informasi untuk mengetahui pemilik lahan dan faktor yang menyebabkan api muncul. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering," jelasnya.

Petugas mengimbau warga sekitar untuk segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru di area pemukiman maupun hutan.

"Kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Jangan menunggu api membesar. Jika menemukan titik api, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin," tegas Eric Ibrahim.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK