faktakalbar

Lahan 45 Hektare di Singkawang Timur Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu Saung Timur

Penulis: Redaksi Saturday, 08 November 2025 📖 2 menit
Lahan 45 Hektare di Singkawang Timur Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu Saung Timur
Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Lahan pertanian seluas 45 hektare milik kelompok tani Sinar Pagi 2, Baru Mekar, dan Nek Balo di Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Timur, kini telah berubah wajah. Lahan tersebut dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu bernama Saung Timur. Kawasan yang memadukan konsep Glamping, Agro Edu Wisata, dan kuliner lokal itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, pada Jumat (7/11/2025). Baca Juga: Mandiri 3×3 Sirkuit Nasional 2025 di Singkawang, Tjhai Chui Mie Harap Lahir Atlet Potensial Di kawasan Saung Timur, deretan saung (pondok) berdiri di antara hamparan sawah hijau. Pengunjung bisa bersantai, menikmati panorama pedesaan yang asri, hingga mencicipi kuliner khas daerah. Menurut Tjhai Chui Mie, keberadaan saung-saung tersebut menjadikan Saung Timur pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari hiruk pikuk suasana kota. “Di sini sudah dibangun beberapa saung yang bisa dijadikan tempat bersantai, melihat pemandangan sawah, bisa juga jadi tempat bermain bagi anak-anak dan menikmati kuliner yang tersedia,” ujarnya. Wali Kota Tjhai Chui Mie meminta agar potensi alam di kawasan itu dimaksimalkan melalui pengembangan sektor pertanian terpadu. Ia mendorong pengelola menambah aktivitas agrowisata yang bernilai ekonomi. Contohnya seperti peternakan itik, budidaya ikan air tawar di saluran irigasi, dan pemanfaatan keong sawah yang dapat langsung diolah menjadi menu makanan bagi pengunjung. “Nanti bisa ditambahkan ternak itik, saluran airnya dibuka biar bisa pelihara ikan dan juga keong sawahnya. Itu semua bisa dijual ke pengunjung untuk dijadikan menu makanan, semuanya tersedia dalam kondisi segar tentunya,” katanya. Lebih jauh, Tjhai Chui Mie berharap kawasan ini juga menjadi sarana edukasi (Agro Edu Wisata) bagi generasi muda. Mereka bisa belajar tentang pengembangan pertanian modern dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan daerah. “Tempat ini juga memberikan anak muda kita ilmu tentang cara menanam padi, mereka bisa berlatih di sini, karena kita sudah siapkan alat pertanian modern,” ujarnya. Selain menjadi wisata edukasi, ia ingin kawasan ini menjadi wahana interaktif yang memungkinkan pengunjung memetik langsung hasil pertanian. “Perlu juga ditanam buah tomat, terong, sayur dan buah lainnya di sini. Nanti pengunjung bisa langsung petik dan bertransaksi dengan petaninya,” ujarnya. Baca Juga: Jelajahi Perbukitan, Ratusan Peserta Trabas Wisata Disuguhi Panorama Alam Singkawang (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK