faktakalbar

Nestle Ambil Sikap Tegas, Pecat CEO Laurent Freixe karena Skandal Asmara

Penulis: Redaksi Wednesday, 03 September 2025 📖 1 menit
Nestle Ambil Sikap Tegas, Pecat CEO Laurent Freixe karena Skandal Asmara
Faktakalbar.id, NASIONAL - Nestle mengambil langkah mengejutkan dengan memecat CEO Laurent Freixe yang baru menjabat selama satu tahun. Keputusan ini diambil setelah sebuah investigasi menemukan bahwa Freixe menjalin hubungan asmara dengan salah satu staf bawahannya, yang dianggap melanggar kode etik perusahaan. Ketua Dewan Nestle, Paul Bulcke, dan Direktur Independen Utama, Pablo Isla, mengawasi langsung investigasi tersebut. Baca Juga: CEO Danantara Tegaskan Tak Ada Rencana Ambil Alih 51% Saham BCA Hubungan yang dirahasiakan itu terungkap setelah ada laporan melalui hotline internal perusahaan pada musim semi lalu. Meskipun penyelidikan pertama tidak memberikan hasil yang meyakinkan, kekhawatiran yang terus berlanjut membuat dewan direksi meluncurkan investigasi kedua dengan bantuan firma eksternal. Awalnya Freixe menyangkal, tetapi bukti-bukti yang ditemukan akhirnya mengonfirmasi hubungan tersebut. Dalam pernyataannya, Bulcke menekankan pentingnya nilai-nilai perusahaan. “Ini adalah keputusan yang perlu diambil. Nilai-nilai dan tata kelola Nestle adalah fondasi kuat perusahaan kami. Saya berterima kasih kepada Laurent atas tahun-tahun pengabdiannya,” kata Bulcke. Sebagai akibat dari pemecatan ini, Freixe tidak akan menerima paket pesangon. Posisinya akan digantikan oleh Philipp Navratil, seorang pejabat senior yang sebelumnya memimpin unit Nespresso. Perubahan manajemen yang tiba-tiba ini menambah ketidakpastian di Nestle, terutama karena terjadi hanya satu tahun setelah CEO sebelumnya, Mark Schneider, juga diberhentikan. Saham Nestle sendiri tercatat turun 17 persen sepanjang tahun lalu dan tertinggal di belakang para pesaingnya. Baca Juga: Ironi Dividen BUMN: 97% Setoran Hanya dari 8 Perusahaan, Ratusan Lainnya Merugi Meskipun perusahaan menegaskan tidak akan mengubah strategi atau target, perubahan ini menimbulkan pertanyaan tentang arah perusahaan ke depan. “Perubahan baru ini kemungkinan akan mempertahankan tanda tanya mengenai arah jangka menengah perusahaan,” tulis analis JP Morgan dalam catatan kepada klien. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK