faktakalbar

Lanud Supadio Dukung Pelestarian Budaya Melayu di Festival Perang Ketupat Tayan

Penulis: Redaksi Friday, 31 October 2025 📖 1 menit
Lanud Supadio Dukung Pelestarian Budaya Melayu di Festival Perang Ketupat Tayan
Faktakalbar.id, SANGGAU - Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Supadio , M. Deni Abdulah, mewakili Komandan Lanud Supadio Sidik Setiyono, menghadiri Festival Budaya Mande’bedil Kera’ja dan Perang Ketupat Keraton Pakunegara Tayan Tahun 2025. Kegiatan ini digelar di kompleks Keraton Pakunegara, Tayan Hilir , Kabupaten Sanggau, Rabu (29/10/2025), Jumat (31/10/25). Kegiatan budaya tahunan yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal ini menjadi salah satu ikon pelestarian adat masyarakat Melayu di wilayah Tayan. Baca Juga:   Dirut Bank Kalbar Kunjungi Lanud Supadio, Pererat Kerja Sama Perbankan Festival menampilkan beragam atraksi budaya dan kesenian tradisional, serta dua prosesi utama yakni Mande’bedil (menyulut meriam tradisional) dan Perang Ketupat, yang melambangkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan antarwarga. Dalam kesempatan tersebut, M. Deni Abdulah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian tradisi lokal tidak only memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat. “Festival seperti ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Lanud Supadio mendukung penuh upaya pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari menjaga keutuhan sosial dan persatuan bangsa,” ujar Kadister. Kehadiran perwakilan Lanud Supadio dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI Angkatan Udara dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya, memperkokoh persatuan, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Festival Budaya Mande’bedil dan Perang Ketupat turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sanggau, para raja dan sultan se-Kalimantan Barat dan nusantara, utusan Raje Sabah Malaysia, dan Raje Brunei Darussalam, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat dari berbagai etnis. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK