faktakalbar

Lapas Sintang Panen 156 Kg Lele Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Penulis: Redaksi Monday, 19 January 2026 📖 1 menit
Lapas Sintang Panen 156 Kg Lele Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Faktakalbar.id, SINTANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sintang merealisasikan dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional melalui panen raya sektor perikanan dan pertanian. Sebanyak 156 kilogram ikan lele dan 30 kilogram kangkung berhasil dipanen dari hasil budidaya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (19/1/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Panen Raya Serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) pada Kamis (15/1/2026) lalu, sebagai bagian dari 15 Program Akselerasi kementerian tersebut. Kepala Lapas Kelas II B Sintang, Mohamad Rizal Fuadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pembinaan produktif bagi warga binaan. Baca Juga:  Kuota Melimpah tapi Langka dan Mahal, Jaksa Endus Indikasi Kebocoran Subsidi Gas 3 Kg di Sintang "Pada panen raya ini, Lapas Sintang menghasilkan ikan lele sebanyak 156 kg dan kangkung 30 kg. Ini adalah wujud komitmen pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan serta mendukung ketahanan pangan," ujar Rizal Fuadi. Distribusi Hasil Panen dan Misi Kemanusiaan Hasil panen tersebut tidak hanya dikonsumsi secara internal, tetapi juga bernilai ekonomis. Rizal menjelaskan bahwa hasil budidaya dipasarkan kepada penyedia bahan makanan (BAMA) dan masyarakat sekitar. Langkah ini dinilai mampu memberikan kontribusi pada perputaran ekonomi lokal di sekitar lingkungan Lapas. Menariknya, hasil penjualan tidak sepenuhnya masuk ke kas pembinaan. Sebagian keuntungan disisihkan untuk bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sumatra. Hal ini menjadi bukti bahwa dari balik jeruji besi, kepedulian sosial tetap dapat disalurkan. Pendampingan Teknis Profesional Keberhasilan panen ini tidak lepas dari sinergi antar-instansi. Lapas Sintang melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan untuk memberikan pendampingan teknis. Keterlibatan tenaga ahli memastikan proses pembinaan berjalan sesuai standar budidaya yang baik, sehingga keterampilan yang didapat warga binaan dapat diaplikasikan saat mereka kembali ke masyarakat nanti. "Lapas Kelas IIB Sintang terus berupaya mengimplementasikan nilai-nilai pemasyarakatan yang produktif , humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Rizal. Baca Juga:  Bupati Sintang Harapkan Guru Pendidikan Agama Kristen Mendidik Siswa dengan Kasih Sayang (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK