Latsar CPNS Sintang 2026 Terapkan Metode Kombinasi Berjenjang
Sebanyak 183 peserta ikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2026 dengan menerapkan skema pembelajaran berjenjang yang mengombinasikan metode daring, mandiri, hingga tatap muka pada Selasa (21/7/2026…
Sebanyak 183 peserta ikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2026 dengan menerapkan skema pembelajaran berjenjang yang mengombinasikan metode daring, mandiri, hingga tatap muka pada Selasa (21/7/2026).
Pola pendidikan tersebut dirancang khusus guna memastikan seluruh peserta tidak hanya menguasai materi secara teoritis, melainkan mampu mempraktikkan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara di lingkungan kerja masing-masing.
Penerapan metode terpadu dalam Latsar CPNS Sintang 2026 ini menyasar pembentukan budaya kerja birokrasi yang profesional dan adaptif.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sintang, Maryadi, memaparkan rincian teknis pembagian skema pelatihan bagi para abdi negara baru tersebut.
"Pelatihan dilaksanakan melalui empat metode, yakni pembelajaran di tempat kedudukan masing-masing, tatap muka secara daring, pembelajaran di tempat kerja masing-masing, dan tatap muka langsung," ujar Maryadi.
Langkah ini diambil agar masa percobaan calon aparatur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyerap standar pelayanan publik modern.
Proses pendidikan berjenjang tersebut mewajibkan setiap peserta menuntaskan kurikulum pelatihan yang berjalan secara bertahap.
"Sebagai penutup nanti peserta mengikuti pembelajaran klasikal atau tatap muka langsung selama tiga hari di Aula BKPSDM Kabupaten Sintang," terang Maryadi.
Melalui perpaduan antara pembelajaran digital dan evaluasi lapangan, peserta diharapkan siap menghadapi tantangan kerja di instansi pemerintah.
Sistem pelatihan modern ini ditargetkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki integritas tinggi serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan pola baru ini sekaligus menjadi tolok ukur kelayakan para peserta untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil penuh.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.