faktakalbar

Makan Saprahan: Sekda dan Sultan Sintang Dukung Pelestarian Demi Menjaga Identitas Budaya

Penulis: Redaksi Saturday, 17 May 2025 📖 1 menit
Makan Saprahan: Sekda dan Sultan Sintang Dukung Pelestarian Demi Menjaga Identitas Budaya
Faktakalbar.id, SINTANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, bersama dengan Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata, mendukung tradisi makan saprahan dapat dilestarikan oleh berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Sintang. Pernyataan keduanya disampaikan di sela-sela acara Makan Saprahan Agung dan Makan Saprahan Anak Negeri di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, (15/5/2025) siang. Kartiyus menyampaikan bahwa makan saprahan merupakan tradisi nenek moyang yang bagus dan harus dilestarikan. Baca juga:  Lomba Memasak Nasi Goreng Diikuti Oleh 8 Kepala OPD Sintang Pada Hari Jadi Sintang “Di kampung juga ada tradisi makan bersama ini, hanya namanya beda-beda. Kita di kota ini khususnya etnis Melayu dinamakan makan saprahan. Kalau di kalangan etnis Dayak juga ada tradisi makan bersama, dan ini harus kita pertahankan,” jelasnya. Kartiyus mengatakan bahwa budaya ini harus terus dilaksanakan demi menjaga kelestarian tradisi yang telah diwariskan sejak lama. “Inilah budaya kita, dan harus dilestarikan. Kalau bukan kita yang akan menjaga dan melestarikan tradisi makan saprahan ini, siapa lagi,” tegas Kartiyus. Sementara itu, Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata, menyampaikan bahwa makan saprah itu terdiri dari dua kelompok. “Untuk makan saprah di kalangan tokoh masyarakat disebut saprah agung. Untuk masyarakat umum dinamakan saprah anak negeri,” ungkapnya. Sultan Sintang itu pun turut menjelaskan makna dari saprahan pada Hari Jadi Sintang. “Makna saprahan ini adalah untuk merayakan atau selamatan atau syukuran untuk semua golongan masyarakat. Khusus hari ini, kita makan saprahan dalam rangka hari jadi Kota Sintang yang ke-663 Tahun 2025,” jelasnya. Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata, juga sepakat agar tradisi makan saprahan dapat dijaga dan terus dilestarikan dengan melaksanakan makan saprahan di acara tertentu. “Makan saprahan bisa menjaga kebersamaan di antara anak bangsa. Karena saat makan saprahan ini, kita bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya,” tutupnya.[Jn] Baca juga:  Pria Penjual Balon Ditemukan Tak Bernyawa di Teras Kantor KONI Sintang

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK