faktakalbar

Makanan yang sebaiknya dikurangi setelah usia 40

Memasuki usia 40 tahun, beberapa jenis makanan sebaiknya mulai dikurangi. Kenali makanan tinggi gula, garam, lemak, dan makanan olahan yang perlu dibatasi.

Penulis: Clara Sunday, 13 September 2026 📖 2 menit
Makanan yang sebaiknya dikurangi setelah usia 40
Ilustrasi makanan yang sebaiknya mulai dikurangi setelah memasuki usia 40 tahun. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Memasuki usia 40 tahun, menjaga pola makan menjadi semakin penting. Bukan berarti seseorang harus melakukan diet ketat atau menghindari makanan tertentu sepenuhnya. Namun, beberapa jenis makanan sebaiknya mulai dikurangi karena kebutuhan tubuh dan aktivitas fisik dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Perubahan metabolisme, berkurangnya massa otot, serta meningkatnya risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol membuat kualitas makanan perlu lebih diperhatikan.

1. Makanan dan minuman tinggi gula

Teh atau kopi dengan banyak gula, minuman kemasan, minuman bersoda, kue, serta makanan penutup manis sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.

Bukan berarti harus berhenti total, tetapi jumlah dan frekuensinya perlu diperhatikan. Terlalu banyak gula tambahan dapat membuat asupan kalori meningkat dan berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan.

2. Makanan tinggi garam

Makanan instan, makanan kalengan, camilan asin, serta makanan yang diberi banyak garam juga sebaiknya mulai dikurangi.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pembatasan natrium merupakan salah satu bagian dari pola makan sehat, terutama untuk membantu menjaga kesehatan pada usia yang semakin bertambah.

3. Gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh

Gorengan memang sulit ditolak, tetapi sebaiknya tidak menjadi makanan yang dikonsumsi terlalu sering.

Sebagai alternatif, makanan bisa lebih sering diolah dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan minyak secukupnya.

4. Daging olahan

Sosis, kornet, nugget, daging asap, dan produk daging olahan lainnya sebaiknya tidak menjadi menu sehari-hari.

Sebagai gantinya, pilih sumber protein yang lebih beragam seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.

5. Makanan ultra-proses

Makanan yang sangat tinggi gula, garam, lemak, atau berbagai bahan tambahan sebaiknya dibatasi.

Pola makan setelah usia 40 tahun justru lebih baik diarahkan pada makanan yang lebih utuh, seperti sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan sumber protein rendah lemak.

Bukan Berarti Harus Pantang

Usia 40 tahun bukan berarti seseorang tidak boleh lagi menikmati makanan favoritnya. Yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan dan tidak menjadikan makanan tinggi gula, garam, lemak, maupun makanan ultra-proses sebagai menu utama setiap hari.

Pola makan sehat juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk berat badan, aktivitas fisik, serta riwayat penyakit. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, kebutuhan makanan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK